Penyandang Disabilitas Penerima Vaksin BIN, Ucapkan Terimakasih Ke Presiden

78

Binjai-Dibaktinews.com. Pasangan suami istri penyandang disabilitas,, Iwan Noveriyadi (51) dan Melia Suryana, (49) warga lingkungan II Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, merupakan dua dari ribuan warga kota Binjai yang menerima vaksinasi program Badan Intelijen Negara (BIN), Kamis (23/9/2021).

Tim vaksinator yang datang dengan mobil keliling BIN tiba di rumah Iwan Noveriyadi didampingi aparat pemerintah setempat. Kemudian petugas melakukan skrining dan pengecekan kondisi pasangan suami istri penyandang disabilitas tersebut

Usai divaksin, Iwan Noveriyadi yang menderita lumpuh karena penyakit polio sejak umur 2 tahun dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terimakasih. “Terimakasih Pak Jokowi, kami sudah divaksin,” ucapnya.

Sementara Rocky, salah seorang petugas berseragam merah dengan logo BIN dan bertulisan ‘Indonesia Hebat, Indonesia Sehat’ menyatakan bahwa kedatangan tim vaksinator BIN ke rumah-rumah untuk memfasilitasi warga yang sulit mengakses vaksinasi terpusat.

“Jadi tim keliling door to door mendatangi warga yang kesulitan menjangkau lokasi vaksin, bisa karena disabilitas atau sepuh atau memiliki keterbatasan- keterbatasan lainnya,”ujarnya.

Terpisah, Kabinda Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana menyatakan bahwa hari ini BIN membawa 11 ribu dosis vaksin, yang 7.500 diantaranya diperuntukkan bagi pelajar dan masyarakat kota Binjai.

“Total vaksin yang kami bawa hari ini ada 11 ribu dosis. 7.500 untuk pelajar dan masyarakat kota Binjai, sementara 3.500 lainnya untuk santri yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Arafah Raya di Kutalimbaru, Deli Serdang,” tuturnya.

Brigjen Asep mengharapkan percepatan vaksinasi dapat mewujudkan perlindungan kepada masyarakat dari Covid-19.

“BIN akan melanjutkan program ini hingga 70% masyarakat di Sumut tervaksin, karena dengan adanya vaksinasi disertai sikap disiplin masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan, maka kita secepatnya dapat menang melawan pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya. (Rizky Zulianda)