Sekda Dairi Buka Rembug Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2021

89

Dairi-dibaktinews.com.  Mewakili Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu, Sekda Dairi Leonardus Sihotang membuka kegiatan rembug aksi konvergensi percepatan penurunan stunting terintegrasi tahun 2021. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Balai Budaya Pemkab Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Sidikalang, Kamis (8/7/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Dairi Wanseptember Situmorang, Para OPD Pemkab Dairi, Para Camat, serta Lurah dan Kepala Desa yang menjadi lokus stunting Kabupaten Dairi tahun 2020-2021.

Sekda Dairi Leonardus Sihotang mengatakan, penanganan stunting di Kabupaten Dairi belum maksimal dalam upaya-upaya yang dilakukan. Padahal kegiatan ini judulnya aksi konvergensi. Bukan hanya bicara stunting saja, tapi aksi konvergensi secara terintegrasi. “Jadi kita harus tahu betul dan apa peran kita, agar kegiatan yang kita laksanakan setiap tahun ini tidak sia-sia dan ada hasilnya,” ujarnya.

Secara normatif aksi penanganan stunting, baik pencegahan maupun penurunan angka prevalensi merupakan  program strategis nasional, artinya seluruh Indonesia melakukan ini. Jajaran pemerintah dari pusat sampai tingkat desa wajib melaksanakan secara normatif.

“Secara filosofinya kita punya tanggung jawab yang besar terhadap generasi yang akan datang. Kalau kita tidak memikirkan hal ini ke depan, maka persoalan-persoalan yang menyangkut stunting yang berpengaruh terhadap generasi selanjutnya akan terjadi lagi kedepan,” ucap Leonardus.

Secara strategi pembangunan daerah, Kabupaten Dairi juga belum bisa mencapai menjadi daerah dalam penanganan lokus stunting. “Untuk di tiga daerah yang melakukan dengan baik saja kita belum masuk,” sebutnya.

Setiap tahun dari provsu melakukan evaluasi dan atas prestasi dan upaya yang dilakukan daerah akan menerima kompensasi, baik program-program yang menyangkut stunting maupun dalam bentuk intensif lainnya,

“Untuk itu kita berharap para OPD dapat melakukan setiap rencana aksi secara terintegrasi dan camat serta kepala desa ikut aktif sesuai peran masing-masing, agar stunting bisa kita cegah dan angkanya bisa diturunkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam laporan kegiatan Kabid P2M BAPPEDA Dairi, Koko Mulianto Angkat  menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk memastikan rencana pelaksanaan kegiatan intervensi pencegahan dan pedoman stunting yang dilakukan bersama-sama antara OPD dan stake holder.

“Dana untuk kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) provinsi Dinas kesehatan Kabupaten Dairi tahun 2021.

Disebutkannya, Kabupaten Dairi ditetapkan sebagai salah satu dari 15 kabupaten/kota di Sumatera Utara menjadi lokus stunting tahun 2020. “Delapan aksi integrasi stunting tahun 2020  di Kabupaten Dairi dilaksanakan sejak Januari 2020-2021,” ucapnya.

Sebagai narasumber penyampai materi kegiatan  tersebut, yakni perwakilan dari dari Ditjen Bina Pembangunan Daerah Gayuh Tri Upayani, Penasehat  DPD Persatuan Ahli Gizi Sumatera Utara Ros Indah Rohna Berutu dan narasumber dari  OPD Pemkab Dairi.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen aksi percepatan penurunan stunting oleh Sekda Dairi, Wakil Ketua DPRD dan pimpinan OPD Pemkab Dairi. (fjr)