Terima Audensi Pimpinan Ponpes Musthafawiyah Purba Baru, Kapolres Madina Akan Tindak Lanjuti Kasus Penghinaan

139
Kapolres Madina menerima audensi dengan Pimpinan dan rombonganPonpes Musthafawiyah Purba Baru

Madina – dibaktinews.com. Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi SIK M.Si berjanji akan menindak lanjuti laporan kasus penghinaan terhadap Pondok Pesantren (Ponpes) Musthafawiyah Purba Baru di media sosial (Medsos) facebook.

“Sudah kami tindak lanjuti untuk mengungkap siapa pemilik akun Facebook Riski Ardiansyah yang sebenarnya. Kami juga terus komitmen untuk segera mengungkap pelakunya,” kata Horas Tua Silalahi, Jumat (5/3/2021) saat menerima audensi pimpinan Ponpes Musthafawiyah Purba Baru, H Mustafa Bakri Nasution bersama pengacaranya serta para tuan guru dan alumni pondok  pesantren di Aula Pesat Gatra Polres Madina.

Dimana pada audiensi tersebut, pimpinan Ponpes Musthafawiyah Purba Baru H Mustafa Bakri Nasution Kepada kapolres Madina menanyakan sudah sejauh mana penyelidikan yang dilakukan olah jajaran Polres Madina terkait pengaduan mereka terkait kasus penghinaan yang dilakukan pemilik akun facebook Riski Ardiansyah terhadap Ponpes yang dipimpinnya.

“Kami berharap masyarakat bijak menyikapi masalah ini, bantu kami dengan menciptakan situasi tetap kondusif,  juga memberikan informasi yang mendukung  penyelidikan yang kami lakukan, sehingga kasus ini bisa cepat terungkap” ucap Horas Tua Silalahi seraya mohon doa semoga Allah memberi kemudahan kepada Polres Madina untuk mengungkapnya.

Diakhir audensi, Pimpinan Ponpes Musthafawiyah Purba Baru dan rombongan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kapolres Madina dan jajarannya yang telah menjalankan tugas dengan baik.

“Mari kita berikan masukan dan informasi yang kita dapat, agar kasus penghinaan ini segera dapat dituntaskan,” sebut Ketua Umum DPP Ikatan Alumni Musthafawiyah (IKAMUS) Dr H Salamuddin M.A.

Ditambahkannya, kasus ini merupakan tugas bersama dan mari percayakan kepada Kapolres Madina dan jajarannya untukt mengusut kasus ini dengan tuntas sesegera mungkin. “Supaya tidak terjadi akses yang tidak diinginkan di tengah-tengah masyarakat” ucap Salamuddin. (yy)