Orang Tua Siswa Keluhkan Minimnya Tenaga Pengajar Di SMPN 4 Satu Atap

1142
SMPN 4 Satu Atap Uluhmerah, Kecamatan STTU Jehe, Pakpak Bharat yang minim tenaga pengajar.

PAKPAK BHARAT-dibaktinews.com

Minimnya tenaga pengajar yang ada di SMPN 4 Satu Atap, Ulumerah, Kecamatan STTUJulu, Kabupaten Pakpak Bharat sangat dikeluhkaan warga khususnya para orang tua siswa yang anaknya menuntut ilmu di sekolah itu.

Hal tersebut diungkapkan warga saat anggota DPRD Kabupaten Pakpak Bharat, Tim A Dapil I melaksanakan kegiatan reses di Desa Ulumerah pada, Kamis (14/3/19) lalu.

Menanggapai keluhan warga, Anggota DPRD komisi III yang membidangi pendidikan mengatakan, akan mendorong Pemkab Pakpak Bharat untuk segera membenahi situasi ini dan meminta lebih fokus ke bidang pendidikan sesuai dengan pilar pembangunan Pemkab Pakpak Bharat.

Kepala Sekolah SMPN 4 Satu Atap, Moh. Idris Lingga, SPd.I ketika dikonfirmasi mengakui minimnya tenaga pengajar di sekolahnya. Kekurangan tenaga pengajar ini sudah berlangsung sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah.

Disebukan Idris, ada 11 mata pelajaaran yang diajarkan kepada siswa, namun disekolah yang ia pimpin hanya ada 7 guru tenaga pengajar yang terdiri dari, satu orang guru ASN bidang studi bahasa Indonesia.

“Sedangkan sisanya masih di isi oleh 6 orang tenaga guru honorer dari komite sekolah,”kata Idris.

Menurutnya selain minim guru pengajar, gaji para guru honorer di SMPN 4 Satu Atap juga masih kecil dan tidak layak. Gaji yang mampu diberikan oleh pihak sekolah sekarang ini hanya berkisar Rp. 200 ribu setiap bulannya.

Kecilnya gaji yang diberikan disebabkan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) di sekolah SMPN 4 Satu Atap mangalami penurunan dari tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2018 dana BOP yang diterima dari pemerintah sebesar Rp. 60 juta dan tahun 2019 ini turun  menjadi Rp. 24 juta,”sebut Idris.

“Saya sudah sering melaporkan situasi sekolah  ke Dinas Pendidikan Pakpak Bharat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), namun hingga saat ini belum juga ada tanggapan dan realisasinya,”sambung Idris.

Dengan minimnya tenaga pengajar di sekolah tersebut,  membuat sebagian orang tua siswa merasa pesimis melihat kwalitas pendidikan di sekolah itu. Bahkan sebagian orang tua telah memindahkan anaknya ke sekolah lain yang jauh lebih baik, walaupun letaknya agak jauh.

Para orang tua siswa merasa miris melihat kondisi minimnya tenaga pengajar di tempat anak-anaknya sekolah. Mereka berharap kepada Pemkab Pakpak Bharat supaya segera mengatasi masalah ini dengan segera menambah tenaga pengajar sesuai dengan bidang studi yang diajarkan.

“Jika memang tidak bisa, kami seluruh para orang tua sudah sepakat akan memindahkan anak kami ke sekolah lain,” ungkap Bangsawan Berutu, salah satu orang tua siswa dengan nada kecewa.

Pantauan wartawan, kekurangan tenaga pengajar di SMPN 4 Ulumerah ini, sangatlah disesalkan jika dilihat dari kemauan belajar para siswa yang sudah mendulang beberapa prestasi yang telah dibuktikan.

Banyaknya piala yang tersimpan di ruang kepala sekolah tersebut seperti, Juara 1 Olympiade matematika tingkat SMP se-Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2018, Juara II IPS tahun 2013, juara Tilawah MTQ ke XIII tahun 2016 dan 2017, juara olah raga pencak silat, dan piala-piala lainnya.(boman).