Setelah 3 Bulan, SH Ditetapkan Sebagai Pelaku Cabul

1444
Pelaku cabul, SH saat diamankan di Polres Dairi

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Setelah melakukan penyelidikan selama 3 bulan, terduga pelaku cabul berinisial, SH (28) warga Desa Sihotang Hasugian Dolok I, Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasudutan, akhirnya ditetapkan sebagai pelaku oleh Polres Dairi, Kamis (20/9/18).

Peristiwa perbuatan cabul tersebut terjadi di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Selasa (29/5/18) dengan korbannya, Bunga (5). Korban dan pelaku sudah saling mengenal, karena pelaku tinggal bersama neneknya yang rumahnya persis di depan rumah korban dan hanya dipisahkan jalan.

Menurut keterangan orang tua korban, kepada petugas penyidik Polres Dairi, malam itu sekira pukul 23.00 WIB mereka dikejutkan suara tangisan anaknya. Mendengar tangisan itu, ibunya pun terbangun dan menghampiri anaknya dan kemudian menanyakan kenapa menangis.

 

“Saat ditanya ibunya, mengapa menangis bunga menjawab kalau kemaluannya sakit. Saat dilihat ternyata sudah banyak darah di alas tempat tidurnya,”kata Kapolres Dairi, AKBP Erwin Wijaya Siahaan SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Dolly Nelson Nainggolan.

Keesok paginya, oleh kedua orang tuannya korban di bawa ke Puskesmas untuk diperiksa dan mendapat perawatan. Karena terus mengeluarkan darah, oleh petugas Puskesmas, korban disarankan dirujuk dan mendapat perawatan beberapa hari di RSU Efarina di Kabupaten Karo.

“Kepada orang tuannya, korban mengaku kalau penyebab pendaran itu dilakukan oleh tersangka SH pada, Selasa (29/5) siang sekira pukul 13.00 WIB, dimana pada saat itu menurut keterangan korban, dia diajak pelaku bermain di belakang rumah dekat kamar mandi umum yang tidak dipakai. Disitulah kemudian pelaku  melakukan perbuatan cabulnya hingga menyebabkan korban mengalami pendarahan,”terang Dolly.

Usai mendengar pernyataan anaknya, orang tua korban  membuat pengaduan ke Unit PPA Polres Dairi. Setelah mendapat laporan tersebut petugas dari Unit PPA Polres Dairi, langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku yang pada saat itu berada di Simpang Silalahi, karena baru pulang dari Merek mengantarkan neneknya berobat.

“Pada saat dilakukan pemeriksaan, pelaku tidak mengakui perbutannya. Petugas penyidik pun sempat kesulitan melakukan pemeriksaan, karena tidak ada saksi yang melihat kejadian cabul tersebut. Sehingga kasus ini membutuhkan penyelidikan hampir 3 bulan lebih,”ucap Dolly.

Penetapan terhadap pelaku dilakukan setelah menjalani serangkaian penyidikan dari mulai visum hingga memintai keterangan dari para saksi dan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang yang diduga sebagai pelaku.

“Setelah kami hadirkan 4 orang yang diduga pelaku cabul ke Polres Dairi, korban selalu menunjuk SH sebagai pelaku. Walaupun baju dan posisi tersangka diditukar-tukar korban tetap menunjuk SH yang melakukan perbuatan itu,”sebut Dolly.

Ditambahkan Dolly, akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 82 Ayat (1), (2) Jo Pasal 76 E dari undang-undang nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (YY)