Kapolres Madina Berikan Santunan Kepada Keluarga Korban Laka Lantas di Desa Bange

153
Kapolres Madina memberikan santunan kepada keluarga korban laka lantas.

MADINA-dibaktinews.com

Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi SIK, M.Si didampingi Kasat Lantas AKP Septian Dwi Rianto SH SIK MH, Kapolsek serta Danramil Siabu dan Camat Bukit Malintang, Jumat (4/12/2020) menyambangi dan memberikan santunan berupa sembako dan uang duka kepada orang tua dari dua orang anak korban laka lantas yang meninggal dunia di Desa Bange, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Kepada ibu korban yang kondisinya masih terlihat shock karena tidak percaya dan menerima musibah yang menyebabkan kedua anaknya meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal, Kapolres Madina dan rombongan pun tanggap dan selanjutnya mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan mereka.

“Maksud dari kedatangan kami untuk menyampaikan turut berduka cita dan memberikan tali asih dengan harapan semoga dapat meringankan beban kedua orang tua anak ditinggalkan,” ucap Kapolres.

Disebutkan Kapolres kejadian kecelakaan tunggal yang terjadi pada 30 November 2020 diketahuinya setelah melihat pemberitaan di televisi dan media sosial. Dimana sang ibu terlihat histeris dan shock karena kedua putranya meninggal dunia.

“Kepada ibu dan bapak juga keluarga korban, saya harapkan dapat sabar dan tawakal. Mari berserah diri kepada Allah SWT, semoga almarhum mendapatkan tempat yang terbaik disisi Allah SWT,” uncap Horas Tua Silalahi..

Orang tua korban, Pak Ali Rahman mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Madina dan rombongan. “Kami mengucapkan terimakasih, karena Kapolres Madina dan rombongan sudah peduli dan membantu kami yang sedang tertimpa musibah, semoga Allah SWT membalas kebaikan yang bapak-bapak lakukan kepada kami sekeluarga,” ucap Pak Ali Rahman.

Dalam kesemptan itu melalui awak media, Kapolres Madina mengimbauan para orang tua agar memberikan perhatian dan pengawasan yang melekat terhadap putra/putrinya. “Jangan diberikan kebebasan kepada anak kita mengendarai sepeda motor, aturan dan undang-undang sudah jelas bahwa hanya yang berusia 17 tahun keatas dan memiliki SIM C yang boleh mengendarai sepeda motor,” terang Horas Tua Silalahi.

“Semoga kejadian laka lantas di Desa Bange yang menewaskan dua korban jiwa tidak terulang kembali di Kabupaten Madina,” sambungnya.

Kapolres juga mengajak, masyarakat untuk menumbuhkan rasa kepedulian  yang tinggi terhadap sesama umat. Bilamana melihat terjadinya kecelakaaan lalu lintas, segera laporkan kepada pihak Polri terdekat dari lokasi kejadian.

“Segera berikan pertolongan secepatnya kepada korban kecelakaan, agar mereka cepat mendapatkan pelayanan dari medis. Jangan pernah takut jadi saksi, karena itu semua sebagian dari pada proses hukum yang berlaku di negeri kita,” pungkasnya. (yy)