Ini Penjelasan Kapolres Simalungun Terkait Pelanggaran Prokes Pada Pembekalan Saksi Pilkada

76
Kapolres Simalungun memberikan release terkait pelanggaran Prokes.

SIMALUNGUN – dibaktinews.com – Beredarnya Video Amatir pada kegiatan pembekalan para saksi salah satu pasangan calon pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Simalungun Tahun 2020, yang diduga telah melanggar aturan Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo SIK menjelaskan, bahwa sampai saat ini Polres Simalungun belum menerima rekomendasi atau kajian hasil laporan atau temuan dari Panwascam/Bawaslu, Sesuai PKPU No.13 Tahun 2020 bahwa dalam hal terdapat pihak yang melanggar kewajiban Prokes yang berkaitan dengan kegiatan penyelenggaraan Pilkada Tahun 2020 harus berdasarkan laporan atau temuan dari pihak Panwascam/Bawaslu, maka selanjutnya menunggu dari kajian/rekomendasi pihak panwascam/bawaslu terkait adanya pelanggaran protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Kami pihak kepolisian sifatnya menerima rekomendasi atau kajian dari   Panwascam/Bawaslu terkait laporan atau temuan tersebut dan tidak bisa melakukan tindakan tanpa adanya permintaan bantuan. Rekomendasi atau kajian dari Pihak Panwascam/Bawaslu dalam kegiatan yang sifatnya adalah internal partai apapun, Polisi sifatnya hanya membantu pengamanan kegiatan dan tidak boleh masuk dalam ruangan kegiatan internal partai atau paslon apalagi membubarkan peserta kegiatan tanpa dasar aturan yang kuat. Sementara  tugas dan tanggung jawab Wewenang dari petugas Polri dan petugas Bawaslu sudah ada masing masing,” kata Agus, Sabtu (5/12/2020).

Maklumat Kapolri, kata Agus tidak bisa serta merta di gunakan dalam kegiatan Pilkada, karena berkaitan dengan kegiatan Pilkada sudah ada aturan tersendiri dan sudah ada pihak lain (KPU dan bawaslu) dan KPU telah memiliki peraturan khusus prokes bagi penyelenggara Pemilu dan peraturan itulah yang harus di awasi oleh bawaslu sesuai pasal di PKPU dan undang undang bawaslu,” terang Agus. (adb)