Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Komunitas Kreatif 46 Gelar Seminar Bela Negara

172
Keterangan foto : Mayor Inf Dr Mukidi memberikan  materi seminar.

DAIRI-dibaktinews.com

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, komunitas kreatif 46 Sidikalang menggelar seminar Bela Negara dengan tema ‘Bela Negara Sebagai Alat Pemuda Untuk Mempertahankan Keutuhan  dan  Persatuan Bangsa.

Kegiatan dilaksanakan di halaman Pondok Qlapa Coffee & Resto, Jalan Empat Enam, Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Kamis (1/10/2020).

Sebagai pembicara dalam seminar tersebut, Mayor Inf Dr Mukidi SE, SH, MH dan Raudhotul Br Angkat S.SPI, M.DI (HAN). Turut hadir di kegiatan itu Kasat Intel Polres Dairi AKP Polin Benhod Damanik SH, Wakil Kepala sekolah SMAN 1 Sidikalang Dembar Sihaloho dan Lurah Batang Beruh,

Kepada peserta seminar dari perwakilan pelajar, mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan di Dairi. Mayor Inf Dr Mukidi mengatakan, melaksanakan hidup berbangsa dan negara ini tidak mudah.Bangsa Indonesia mengalami beberapa fase perjalanan sejarah yang panjang, sehingga bisa mencapai tujuan nasional bangsa yang merdeka ini.

Disebutkannya, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi bencana non alam, yakni pandemi Covid-19. Sampai saat ini pemerintah terus berupaya dengan mengambil langkah-langkah SOP yang harus dilaksanakan setiap jajaran pemerintahan dari pusat sampai daerah.

Tujuan negara Indonesia ada 4, yakni melindungi segenap dan seluruh tumpah darah Indonesia, Memajukan Kesejahteraan umum, Mencerdaskan kehidupan bangsa, Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Kemajuan bangsa ini ada di gengaman pemuda. Jadi bagi sarjana yang selesai melaksanakan studinya bisa tergugah dan mampu mengimplementasikan dimanapun bekerja nantinya,” kata Mukidi.

Untuk ikut bela negara tidak harus angkat senjata, tetapi cukup ikut peraturan-peraturan yang ada, gali potensi dan keahlian. Ia berharap kegiatan seminar ini bisa menjadi pilot project untuk merancang satu pemikiran dalam menjalankan  strategi dan keteladanan, karena pembinaan tidak melihat ruang dan waktu.

Sementara Roudhotul Angkat menyampaikan, tujuan nasional bangsa Indonesia itu ada pada pembukaan  UUD 1945. Untuk mencapai tujuan itu pasti ada hambatan-hambatan yang ditemui negara. Hambatan itu adalah ancaman dan itu banyak sekali jumlahnya, ada dari dalam negeri dan luar negeri.

“Ada yang militer dan non militer, kalau ancaman militer biasanya dari negara luar dan non militer seperti dimensi idiologi, politik, sosial budaya, keselamatan umum, teknologi dan lesgilasi,” sebutnya.

Pertahanan negara menurut pasal 1 ayat (1) UU nomor 3 Tahun 2002, segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara , keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Sistem pertahanan nasional negara Indonesia itu adalah keamanan rakyat semesta, dimana sistem keamanan ini menggunakan seluruh elemen yang ada untuk ikut terlibat dalam sistem pertahanan ini.

“Sistem itu ada 3, yakni kerakyatan, kewilayahan dan kesemestaan,” ujarnya.

Ditambahkannya, salah satu yang bisa dilakukan sebagai masyarakat sipil dalam upaya pertahanan negara itu adalah bela negara. Karena bela negara itu sifat dan prilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Sebelumnya Ketua Ruang Kreasi 46, Iwandi Agung Manalu mengatakan, seminar bela negara dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

“Kejadian di masa lalu menginspirasi kami pemuda di Dairi untuk mengadakan seminar ini, sebagai bentuk mencintai dan menghargai jasa pahlawan dan bangsa ini,” ungkapnya. (fajar)