Hindari Covid-19, Kegiatan Tao Silalahi Art Festival Ke-5 Dilaksanakanan Secara Virtual

129
Keterangan foto : Tao Silalahi Art Festival dan 1000 Tenda.

DAIRI-dibaktinews.com

Setiap tahunnya komunitas Rumah Karya Indonesia (RKI) bersama masyarakat di Kecamatan Silahisabungan menggelar kegiatan Tao Silalahi Art Festival dan 1000 tenda . Namun, adanya pandemi Covid-19 membuat kegiatan ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya.

Kegiatan Tao Silalahi Art Festival Ke-5 yang mengambil tema ‘Derana Jiwa Meraki Sukma” ini dilaksanakan secara virtual, sehingga masyarakat atau komunitas diimbau untuk tidak datang dan dapat menyaksikan melalui siaran TV dan handphone.

“Terkhusus kali ini untuk sementara waktu ditahan dulu jangan datang dan mari kita lihat berbagai kegiatan yang ditampilkan dari layar tv dan handphone androit masing- masing. Ini untuk kebaikan kita bersama guna mencegah penyebaran Covid-19,” kata Eddy Berutu usai menghadiri talk show yang mengambil tema ‘Gagasan dan strategi Wisata Danau Toba’, Sabtu (26/9/2020) di Hotel Debang Resort Silahisabungan.

Lebih jauh saat ditanya wartawan terkait program Pemkab Dairi untuk pengembangan wisata di Silahisabungan. Eddy Berutu mengatakan, untuk pengembangan wisata Tao Silalahi tahun lalu Pemkab Dairi telah membangun dermaga kapal dan tahun ini Pemerintah Pusat melalui dana APBN telah mengalokasikan untuk pembangunan dermaga barang.

“Ini penting, karena daerah lain di seputaran Danau Toba telah memiliki pelabuhan dan kapal. Jadi, kita nanti bisa minta kapal-kapal daerah tetangga untuk bisa bersandar ke Tao Silalahi untuk membawa wisatawan,” ungkap Eddy Berutu

Pemerintah juga akan membagun satu komplek wisata kombinasi antara Camping dan glamping serta kombinasi antara wisata alam, sehingga wisatawan punya alternatif  untuk tinggal di hotel atau di kemah-kemah.

“Produksi tenun juga akan kita tingkatkan, agar masyarakat yang datang bisa membawa kesan sesuatu khas daerah kita. Sehingga mengingat kembali untuk datang ke Tao Silalahi.

Kuliner juga telah disiapkan dan pertanian bawang yang dikelola secara tradisional dan dilakukan turun temurun ditanam diantara bebatuan juga akan mendapat dukungan dari pemerintah.

“Pemerintah akan turun tangan untuk memastikan bibitnya dan hilirisasinya baik. Untuk itu kita akan minta dukungan dari beberapa pihak, misalnya BI dan BPODT untuk melakukan pendampingan,” pungkasnya.

Selain itu dengan dukungan Telin and Lecturer Swiss German University Pemkab Dairi juga akan membangun Silalahi digital Centre untuk tempat informasi wisata dan di kelolah oleh BUMDes.

Sementara Kepala  Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut  Arief Prasetyo mengatakan, kepentingan  BI dengan Dairi bagaimana agar ekonomi  di Kabupaten Dairi bisa berkembang dengan baik, sehingga sharing ekonomi Dairi sebagai salah satu kabupaten di Sumatera Utara bisa naik kelas.

Menurutnya selama ini Dairi  stagnan, sekarang Dairi punya pemimpin yang punya visi cukup jelas dan mempunyai rencana kedepan yang cukup baik untuk pengembangan ekonomi.

“Itu kepentingan kita, sehingga kami konsen dengan Dairi agar kedepan Dairi yang punya banyak potensi bisa dikembngkan salah satunya pariwisata,” kata

Sementara, Direktur Utama BPOD  Arief Parsetyo mengatakan, pada kegiatan Tao Silalahi Art Festival ini bersama Bupati Dairi dan Kepala Perwakilan BI Sumut serta Ketua Panitia kegiatan tadi mendiskusikan banyak hal banyak hal terutama potensi wisata ddi dairi khususnya di Silahisabungan  bisa ditingkatkan.

“Acara ini sangat bagus di inisiasi oleh komunitas, jadi pemerintah itu sifatnya mendukung.,” kata Arief.

Event seperti ini perlu diadakan, apalagi ini dilaksanakan setiap tahun. Tapi perlu juga melaksanakan event-event yang sifatnya reguler, misalnya sifatnya mingguan, dua mingguan atau bulanan.

“Sehingga setiap kali wisatawan datang kemari ada sesuatu yang menarik. Di Silahisabungan ini wisata alamnya cukup bagus, tiga unsur adventure tourism itu terpenuhi, ada wisata nusa, wisata dirga dan nanti juga ada spot gantole yang menarik,”sebutnya. (fajar)