Diskusi Menuju Pertanian Unggul Oleh Tigasisi

268
Diskusi santai tentang pertanian di ofal cafe.

DAIRI-dibaktinews.com

Sebagian besar masyarakat Kabupaten Dairi bergantung hidup dari sektor pertanian, sehingga pertanian menjadi kunci ekonomi. Untuk meningkatkan perekonomian ke arah yang lebih unggul dan baik, pemerhati pertanian yang tergabung dalam Tigasisi menggelar diskusi santai bertemakan ‘Menuju Pertanian Dairi yang Unggul’ bertempat di Ofal Cafe, Jalan Pahlawan, Kecamatan Sidikalang, Sabtu (1/8/2020).

Kegiatan diskusi santai menghadirkan narasumber, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dairi, Efendi Berutu, Anggota DPRD Dairi dari  komisi B Mardaulat Girsang dan Kepala Desa Parbuluan I Parihotan Sinaga, serta salah seorang petani Orien sinaga.

Untuk moderatori dalam diskusi tersebut, dibawakan Duat Sihombing dari Yayasan Petrasa Dairi. Diskusi yang digelar bertujuan untuk mendorong Pemkab Dairi melalui dinas terkait untuk memberi perhatian khusus di bidang pertanian, terutama produk komoditi unggulan, seperti kopi, durian, padi dan jagung. Dimana komuditi ini ini mampu mendorong san meningkatan ekonomi dan pendapatan masyarakat.

Kadis Pertanian Ir Efendi Berutu MP dalam paparanya menjelaskan, produk-produk unggulan hasil pertanian ini harus diberi perhatian mulai dari hulu sampai ke hilir, mulai dari budidaya sampai kepada pasca panen termasuk produk turunan dan pemetaan wilayahnya.

Pemetaan wilayah dan penyesuaian musim tanam sangatlah penting, selain penguatan produk jadi yang dihasilkan. Dari produk komoditi unggulan sudah barang  tentu akan menambah nilai tambah harga yang akan didapat, baik itu bagi petani maupun pengusahanya.

“Kita perlu dorongan dari setiap aspek terutama dari legislator untuk menjadikan Dairi ini menjadi kabupaten yang memiliki produk yang betul-betul dikenal di tingkat nasional bahkan internasional.Serta dapat mengagkat citra Dairi sebagai daerah pertanian yang memiliki potensi yang sangat luar biasa,” ujar Efendi.

Sementara itu anggota komisi B DPRD Dairi Mardaulat Girsang yang juga  pengusaha sekaligus petani ini menyebutkan, dalam rangka peningkatan hasil produk pertanian komoditi unggul, Dairi membutuhkan konsultan pertanian yang mumpuni. Selain itu mengetahui strategi pemasaran produk khusus pangsa pasar luar negeri.

“Untuk mencapai pertanian yang unggul, Kita butuh konsultan pertanian  yang unggul juga. Mulai dari pengetahuan Ph tanah dengan jenis tanaman yang tepat, pemilihan benih, jarak tanam, sampai pada pemasaran ke luar negeri juga harus disiapkan,” ujar Mardaulat.

Kepala Desa Parbuluan I, Parihotan Sinaga menyambut baik ide dan gagasan yang disampaikan oleh anggota dewan tersebut. Ia mengaku, Desa Parbuluan I sebagai penghasil produk holtikultura sangat membutuhkan para sarjana bidang pertanian yang mumpuni untuk membagi ilmunya.

“Petani di Desa Parbuluan I juga sangat membutuhkan tenaga ahli atau semacam konsultan pertanian untuk membagikan ilmunya kepada petani, tentang bagaimana cara bertani yang baik dan benar,” kata Parihotan.

Menurut Parihotan, penempatan konsultan pertanian yang tepat juga menjadi salah satu solusi peningkatan hasil produk pertanian bisa lebih maksimal.

“Jangan menempatkan konsultan pertanian yang ahli bidang hortikulutura atau semacamnya, namun daerah tempatnya bertugas bukan lah daerah penghasil produk hortikultura, sehingga hasilnya menjadi kurang maksimal,’ ucapnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas pertanian yang baru belwrja kurang lebih dua minggu ini langsung angkat bicara dan menyambut baik acara diskusi publik yang diadakan kawan-kawan dari Tigasisi

“Terimakasih untuk  Tigasisi yang telah mengundang dan mengadakan acara diakusi ini. Saya yang baru bertugas jadi tahu apa sebenarnya yang menjadi titik persoalan pertanian  di Dairi ini. Diskusi terbuka seperti ini akan menjadi masukan bagi dinas yang saya pimpin dalam mencari solusi yang tepat kedepannya. Semoga kegiatan serupa terutama dinas lain yang terkait dengan bidang pertanian juga diundang dalam forum yang sama agar harmoni dan sinergi untuk menyatukan persepsi lebih mudah dicapai,” ungkapnya.

Kesimpulan dari diskusi tersebut, bahwa program pertanian unggul tidak bisa dicapai maksimal bila hanya terpaku pada satu pihak atau instansi saja. Namun, semua itu bisa dicapai apabila semua pihak bersinergi menyusun kekuatan bersama, mulai dari hulu hingga ke hilir, seperti ketersediaan pupuk, infrastruktur penunjang hingga jaminan harga jual hasil produk tani juga diperlukan sinergi yang kuat antar berbagai pihak.

Disamping itu menguatkan kembali kelompok pendengar, pembaca dan pirsawan yang dulu akrab ditelinga warga juga penting ditumbuhkan kembali. (gun’s)