Bupati Dairi Nobar Filim ‘Lae Pandaroh’ Karya Pelajar Dairi

554
Bupati Dairi bersama Ketua Dekranasda dan kru serta pemeran filim Lae Pandaroh foto bersama.

DAIRI-dibaktinews.com

Bertempat di Ofal Cafe, Jalan Pahlawan, Kecamatan Sidikalang, Selasa (28/7/2020), Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ketua Deskranasda, Ny Romy Mariani Eddy Berutu dan SKPD serta para kru dan pemeran, Nonton Bareng (Nobar) filim cerita pendek karya putra/i pelajar di Kabupaten Dairi.

Filim cerita pendek berjudul ‘Lae Pandaroh’ karya dari dua  SLTA, yakni SMK HKBP dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) di Kecamatan Sidikalang, mengambil lokasi syuting di dua tempat, yakni penenun di Kecamatan Silahisabungan dan air terjun di Kecamatan Sitinjo.

Dalam filim yang berdurasi 15 menit, mengangkat tema kedaerahan, kultur dan mitos masyarakat setempat tentang larangan melakukan hal-hal yang tidak baik di alam terbuka. Pemutaran filim yang ditayangkan serentak di Indonesia pada jam 16.00 WIB secara virtual, difasilitasi Viu shorts.

Usai menyaksikan penayangan filim karya putra/i Dairi, Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan, sangat bangga dan gembira, karena anak-anak Dairi mampu mengefresikan bakat dan talentanya berdasarkan bakat dan talentanya yang diceritakan orang-orang tua secara turun temurun.

“Cerita itu kini tampil di filim layar lebar yang memenuhi standar dan kaidah internasional. Saya tahu pengarapan filim ini sangat pendek, hanya 14 hari. Dari awal sampai akhir saya sangat cemas, tetapi setelah melihat hasilnya saya sangat bangga,” ucap Eddy Berutu.

Disebutkan Eddy Berutu, pembuatan filim ini adalah suatu uji coba, tergantung minat anak-anak. disini juga hadir beberapa Kepala Dinas (Kadis) yang memiliki program dan anggaran, agar bisa langsung berinteraksi dengan para anak-anak.

“Kita juga mempunyai tugas, yang pertama sektor kreatif yang diharapkan nantinya bisa menghasilakan devisa. Kedua sektor lapangan kerja bagi anak-anak muda kita di dunia kreasi dan dunia kerja baru yang modern,” sebut Eddy Berutu.

Ini Sinematografi, satu lapangan kerja yang berbeda lagi. Ini merupakan ujian, apakah anak-anak bersemangat dan komit. Kalau mereka komit dan masyarakat Dairi melihat hasilnya, maka bisa mengangkat budaya di Kabupaten Dairi.

“Saya ingin kreasi anak-anak Dairi ini mendapat dukungan dari masyarakat, karena kalau hanya dari pemerintah tidak akan sanggup. Tapi kalau dukungan dan dorongan itu datang dari seluruh masyarakat Dairi, kami percaya pasti bisa mengangkat budaya kita. Sehingga anak-anak kita bisa mendunia dan masuk ke episode yang lain,” ujar Eddy Berutu.

Lebih lanjut Eddy Berutu menyampaikan, banyak bidang-bidang yang sudah ditekuni anak-anak Dairi sejak lama, karena Dairi punya budaya. Sehingga anak-anak sudah terbiasa dengan seni.

“Saya fikir ini gabungan dari berbagai hobi fotografi, ada yang hobi menulis dan pementasan. Jadi pesan saya ini peluang besar, kalau anak-anak mau pemerintah akan berusaha menciptakan ruang-ruang dan menyediakan anggaran,” ucapnya.

Diakhir wawancara, Eddy Berutu mengajak dan berpesan, agar seluruh masyarakat Dairi untuk menonton filim karya putra/i Dairi, karena semangkin banyak yang nonton dan mengklik maka semangkin banyak peluang untuk menjadi filim terbaik.

“Semangkin banyak yang menonton dan mengklik, maka ada peluang salah satu anak-anak kita mendapat biaya siswa untuk kuliah di Instititut Kesenian Jakarta  (IKJ),” terangnya. (junitha)

Editor : Fajar Gunawan