Kasat Narkoba Polres Simalungun : Terlibat Narkoba Pasti Sengsara, Penjara dan Kuburan

192
Kasat Narkoba sedang melakukan kegiatan Studio Tajuk Show

SIMALUNGUN-dibaktinews.com

Melalui giat Studio Tajuk Show, Kasat Narkoba Akp Adi Haryono SH didampingi Kasubag Huma, Akp Lukman Hakim Sebiring melaksanakan kegiatan kampanye bahaya narkoba bersama doktet spesialis radiologi Rumah Sakit Vita Insani,  Dr Jonas Ardianta SP, Rad.

Melalui Dialog Publik tersebut, Kasat Narkoba menyampaikan tentang bahaya pengguna narkoba saat ini sudah menjadi perhatian serius Pemerintah. Disebutkannya, kemarin ia baru mengikuti kegiatan Webinar bersama Bapak Kapolda Sumatera Utara, Irjen Martuani Sormin Msi dan Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, serta stake holder terkait untuk bersama-sama bekerja dalam memberantas  Narkoba di Sumatera Utara.

“Hal ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah untuk memberantar peredaran narkotika khususnya di Kbupaten Simalungun,” kata Adi Haryono kepada wartawan, Sabtu (13/6/2020) lalu.

Menurutnya, Sat Narkoba Polres Simalungun akan terus melakukan sosialisasi tentang bahaya Narkoba, bersama Subbag Humas Polres Simalungun, akan menyampaikan materi-materi pembelajaran tentang jenis-jenis narkotika dan efeknya bagi manusia itu sendiri.

“Tidak hanya itu, Polres Simalungun dibawah Kepemimpinan Bapak AKBP Agus Waluyo, S.K.I., sudah berkomitmen untuk meberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Simalungun,” ucap Adi Haryono.

Adi Haryono juga menyampaikan, siapapun yang terlibat narkoba pasti sengsara, penjara dan berakhir di kuburan. Seseorang terlibat narkoba akan sengsara kehidupannya, dia akan merasa sendiri dan terasingkan karena telah melakukan kesalahan.

“Dia akan dipenjara,karena telah melanggar Undang-undang Narkotika, dan dia akan berakhir dikuburan sebab penggunaan Narkoba mempercepat kematian nya,” ujarnya.

Ditambahkannya, seluruh masyarakat dan seluruh stakeholder untuk dapat bekerja sama guna pemberantasan peredaran Narkoba di Wilayah Hukum Polres Simalungun, dan jangan takut untuk menghubungi pihak kepolisian untuk memberikan informasi.

“Segera ajak/bawa keluarga, teman atau anak kita yang menjadi korban penyalagunaan narkotika guna dilakukan rehabilitas dan berikan pengawasan, agar tidak melakukan kesalahan yang sama,” imbaunya.

Sementara Kasubag Humas Polres Simalungun, Akp Lukman Hakim Sebiring  menyampaikan, bahwa Polres Simalungun sudah melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat melaluli jaringan sosial, publikasi media serta melalui Bhabinkamtibmas yang langsung bertemu dengam masyarakat.

“ Juga sudah menyampakain hal ini dan meminta kerjasama, agar memberikan informasi tentang peredaran bendaharam ini dimasyarakat, guna kita tindak lanjuti,” sebut Lukman.

Doktet spesialis radiologi Rumah Sakit Vita Insani, Dr Jonas Ardianta, SP, Rad juga menyampaikan, apapun yang berhubungan tentang narkoba itu adalah rugi. Tidak ada sudut pandang kesehatan yang dapat melihat penggunaan narkoba itu baik.

“Banyak pandangan masyarakat kalau, kita menggunakan narkoba itu dapat membuat semangat beraktifitas dengan dosis teratur, hal ini justru dapat merusak dirikita sendiri. Pasalnya mengkonsumsi narkoba walau sedikit bisa merusak jaringan tubuh kita, seperti sel saraf, peredaran darah, menurunnya sistem imunitas tubuh kita malah semakin menambah penyakit yang datang pada diri kita,” terang Jonas.(adb)