Pelaku Pariwisata di Parapat Dukung New Normal di Kabupaten Simalungun

189

SIMALAUNGUN-dibaktinews.com

Pasca dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan Simulasi pelaksanaan ‘New Normal’ di Kabupaten Simalungun, khusus daerah wisata Parapat pada, 31 Mei 2020 yang lalu.

Para pelaku pariwisata secara bersama-sama menyampaikan, apresiasi yang tinggi khususnya kepada, JR Saragih selaku Bupati dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Simalungun.

Bersama para pimpinan yang tergabung dalam Forkopimda Kabupaten Simalungun yang telah menggelar kegiatan sosialisasi, serta meninjau langsung kesiapan para pelaku jasa sektor pariwisata di Parapat dalam pelaksanaan New Normal.

Ungkapan itu disampaikan, Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia Kabupaten Simalungun, melaui Sekretaris, H. Rahimal K Noor S. Fil.

“Rasa terima kasih dan ucapan tulus kami sampaikan kepada JR Saragih, ini menjadi momentum untuk sektor hotel dan restoran, agar kembali bergeliat,” kata Rahimal, Jumat (5/6/2020).

Menurutnya, masyarakat Parapat bergantung sepenuhnya kepada sektor pariwisata, pasalnya banyak yang terdampak selama pandemi Corona.

Kalau boleh dipakai istilah seperti ikan yang diangkat dari dalam air, nafas ini bukan saja cengap cengap, tapi sudah sampai dikerongkongan, megap megap mengharapkan oksigen.

Seperti itulah ilustrasi kondisi pelaku wisata didaerah pesisir Danau Toba, terkhusus di daerah parapat yang masih dalam kawasan Kabupaten Simalungun. Banyak pekerja di sektor ini menjadi warga miskin baru akibat mereka tidak bekerja dan memiliki penghasilan.

Sudah jelas disatu sisi, karyawan yang kehidupan ekonominya berharap dari satu bulan kesatu bulan berikutnya, maka bulan selanjutnya akan menjadi miskin, sementara pengusaha, kalau lebih dari dua atau tiga bulan, akan menjadi warga miskin baru.

“Kami siap mendukung dan bekerjasama dalam melaksanakan arahan dan kebijakan dalam pelaksanaan new normal ini,” ujar Rahimal..

Salah seorang, pengusaha Restoran/Rumah Makan Silaturahim, Selera Bunda, Zuraini Helny Siregar juga tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih kepada  JR Saragih atas prakarsa ini.

“Kami tidak saja diperintah, namun juga dipandu oleh petugas Satpol PP dan Ibu Camat dan pihak Kecamatan Gir.sip. Bolon turun langsung untuk memandu,” ucap Zuraini.

Disebutkannya, hal yang harus disiapkan dalam pelaksanaan penerapan New Normal, para pengusaaha restoran harus berupaya untuk mematuhi protokol kesehatan yang menjadi prasyarat pelayanan, penyiapan tempat cuci tangan, dan memakai masker.

“Kami juga sudah mencantumkan batasan maksimal jumlah tempat duduk di dalam restoran dan secara sadar mengurangi jumlah tempat duduk, dan menempelkan pengumuman jumlah maksimal kapasitas tempat duduk menjadi 35 dari 100 tempat duduk semula, Semoga ini memberikan keyakinan kepada pengunjung nantinya, terimakasih pak JR Saragih,” ucap Zuraini sekali lagi.

Hal senada, disampaikan GM Hotel Inna Parapat, Pardomuan Siregar, disebutkannya ia sudah membuat kebijakan langsung dalam mendukung new normal nantinya, seperti menyiapkan alat pengukuran suhu tubuh, tempat cuci tangan, penyiapan ruang tunggu, pelayanan makan ke kamar masing-masing.

“Hingga penyiapan ruang isolasi sementara menunggu pengantaran ke Rumah Sakit Parapat, jika ditemukan  nantinya kasus gejala Covid-19 pada tamu hotel kami,” ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk program promo boleh pesan sekarang untuk mendapatkan promo menarik selanjutnya, guna membuat daya tarik wisatawan agar hadir diparapat.

Sementara, Bupati Simalungun JR Saragih, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Simalungun, JR Saragih,

Pemerintah Kabupaten Simalungun mengatakan, mendukung penuh kebijakan Pemerintah Republik Indonesia yang tengah membuat rencana uji coba atau simulasi penerapan skenario new normal.

Mengapa Parapat dilakukan uji coba?, karena daerah tersebut merupakan daerah wisata yang terintegrasi dengan beberapa kabupaten/kota dan tidak bisa dipisahkan apalagi Parapat merupakan pintu gerbang ke kawasan Danau Toba.

“Kami paham betul masyarakat Parapat yang notabene mata pencariannya bergantung pada sektor pariwisata,” kata JR Saragih.

Simulasi ini akan dijalankan sesuai arahan presidensial, serta dikawal oleh TNI dan Polri, Satpol PP, dinas Perhubungan dan petugas medis, demi memastikan simulasi tersebut berjalan semestinya dan terhindar dari gelombang kedua Covid-19.

Lebih lanjut, JR Saragih menyampaikan, kebijakan ini harus didukung dari semua stakeholder yang ada, memang Kabupaten Simalungun belum zona hijau, namun juga tidak zona merah seluruh nya.

“Kegiatan ini kita laksanakan sembari menyusun standar operasional dalam penerapan new normal nantinya. Terimakasih  atas bantuan dan dukungan semua pihak dalam sosialisasi dan pantauan kesiapan ini. Harapan kita semoga pandemi ini cepat teratasi, dalam masa transisi yang aturannya sedang dipersiapkan oleh pemerintah provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat, tutup Bupati

Humas gugus tugas, Akmal Siregar, bersama Kepala dinas pariwisata, Resman Saragih, dan Kepala Dinas kesehatan, dr.lidia Saragih menyampaikan, pihaknya menerima perintah dari Ketua Gugus.

“Dalam 2 hari ini, dimulai besok Sabtu, kami akan turun langsung dan berkoordinasi dengan pihak PHRI, penyedia souvernir, jasa transportasi untuk mendata para petugas/ pelaku jasa untuk secara bertahap dilakukan Rapid Test dalam memastikan dan memberi rasa aman dan percaya diri pengunjung dan pelaku jasa di Parapat,” sebut Akmal.

Disektor kesehatan, Rumah Sakit Parapat, telah menyediakan ruang isolasi dan perawatan dan tenaga medis, yang tidak saja digunakan oleh warga Parapat, juga nantinya digunakan para wisatawan. (adi)