Miris, Seorang Nenek Renta di Tanah Pinem Tak Mendapat Bantuan dari Pemerintah

418
Nenek Lape saat ditemui di rumahnya.

DAIRI-dibaktinews.com

Lape Br Karo (90) nenek renta yang hidup sebatang kara di Desa Lau Tawar, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah.

Walaupun ia mempunyai seorang anak laki-laki, akan tetapi jauh diperantauan. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ia harus berjuang sendiri dengan mengumpul buah pinang yang jatuh di ladang milik warga.

Ditengah pandemi Virus Corona Disease 2019 (Covid-19) untuk membantu warga kurang mampu terdampak Covid-19 pemerintah memberikan dan menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten dan Dana Desa.

Mirisnya, tak satupun dari bantuan itu ia dapatkan, seperti yang diceritakan  warga setempat, Silva Tarigan melalui grub facebook Karonews. Menurut Silva pada, Minggu (31/5/2020)  jadwal pembagian BST Dana Desa terhadap warga terdampak Covid-19 di Desa Lau Tawar.

BST Dana Desa tersebut, merupakan dana yang dialokasikan ke masyarakat yang belum mendapat bantuan dari Dinas Sosial, seperti PKH dan BPNT. Untuk penerima BST Dana Desa di Desa Lau Tawar sebanyak 107 orang.

“Dari daftar penerima itu, Nenek Lape tidak terdaftar sebagai penerima bantuan tersebut,” kata Silva.

Walaupun tidak terdaftar sebagai penerima bantuan, Nenek Lape tetap saja datang ke Kantor Desa Lau Tawar untuk menanyakan langsung prihal bantuan itu.

“Namun, ketika ia menayakan kepada pihak Kepala Desa dan perangkat desa. Jawaban dari pemerintahan desa itu, kalau yang berhak mendapatkan bantuan harus mempunyai KTP dan KK,” ujar Silva.

Mendapat jawaban itu, Nenek Lape pun kembali kerumah dengan jalan yang tertatih-tatih. Sejam kemudian, dirasa kurang puas dengan jawaban yang diberikan, Nenek Lape pun kembali dengan semangat dan kegigihannya ke Kantor Kepala Desa, meski sudah ada jawaban dari Kepala Desa dan perangkat desa sebelumnya.

Jawaban yang sama pun kembali diterima oleh Nenek Lape. Dengan rasa sedih dan harapan kosong ia pun kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki walaupun kaki nenek renta ini sedikit sulit dilangkahkan.

Melihat kesedihan yang dirasakan Nenek Lape, Silva dan rekan-rekannya langsung menemui sang sang nenek dan mempertanyakan kesedihannya. Dengan suara yang sedikit tidak jelas nenek Lape berkata ‘Nganngeh aja pe lang (nyium bau uangnya saja tidak)’.

“Saya bersama beberapa rekan langsung bergerak menelusuri ke Kantor Desa menanyakan ketimpangan bantuan yang tidak tepat sasaran ini. Akan tetapi jawaban yang sama juga kami terima,” ucap Silva.

Dijelaskan Silva, sebenarnya Nenek Lape berhak mendapat bantuan itu, karena selain terdampak Covid-19, juga sebagai warga kurang mampu. Kalau nenek ini tidak punya KTP dan KK, seharusnya pihak pemerintah desa harus membantu membuatkannya. Karena nenek ini sudah puluhan tahun tinggal di Desa Lau Tawar.

Disampaikan Silva, waktu Pilkada dan Pilpres, bahkan Pilkades Nenek Lape terdaftar sebagai pemilih. “Khan aneh kalau dia tidak terdaftar sebagai penerima bantuan, apalagi bantuan terhadap dampak Covid-19,” terang Silva. (Andika Ginting).