Cegah Penyebaran Corona, 25 Pelajar SMK Prima Parawisata Sidikalang di Isolasi

661
Rumah singgah TWI Kecamatan Sitinjo.

DAIRI-dibaktinews.com

Mencegah penyebaran Virus Corona Disease (Covid-19), sebanyak 25 Pelajar SMK Prima Sidikalang harus menjalani karantina atau isolasi di rumah singgah pencegahan Virus Corona (Covid-19) yang berada lokasi Taman Wisata Iman (TWI)  Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi.

Ke 25 siswa/i tersebut baru saja pulang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kota Medan. Namun, saat pulang dari Medan, sesampainya di pos perbatasan terpadu penanganan Covid-19 perbatasan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Karo, tepatnya di Simpang Silalahi Lae Pondom. Para siswa itu disarankan oleh petugas untuk menjalani Karantina selama 14 hari.

Kepala Sekolah SMK Prima Parawisata, Rejeki Situmorang saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya membenarkan hal itu. Dijelaskannya, bahwa anak didiknya yang dikarantina baru saja selesai melaksanakan PKL di Medan.

“Mereka baru saja melaksanakan PKL di berbagai Kantor perjalanan (Travel), ada yang di Perumnas Mandala, Simpang Pos dan Pasar Satu Medan,” kata Sirumorang, Rabu (6/5/2020).

Disebutkannya, pada hari Senin (4/5/2020) ke 25 anak didiknya dengan menaiki dua unit mobil Datra yang disewa atau rental menuju Sidikalang. Sesampainya di posko perbatasan di Simpang Silalahi mobil Datra yang ditumpangi dihentikan petugas posko untuk pengecekan dan pendataan penumpang.

“Waktu dilakukan pengecekan suhu tubuh dan lainnya, semuanya normal dan tidak ada yang menunjukan gejala sakit. Namun, anehnya petugas posko langsung menyuruh siswa/i untuk melakukan karantina,” ujar Situmorang.

Dijelaskan Situmorang, lima dari 25 pelajar yang dikarantina bukanlah siswa/1 yang ikut PKL, mereka hanya diajak sama guru ikut menjemput para pelajar yang selesai melaksanakan PKL.

“Lima orang itu hanya ikut menemani guru untuk menjemput siswa/i yang selesai melaksanakan PKL,” sebut Situmorang.

Situmorang pun berharap lima siswanya yang hanya ikut menjemput bisa dipulangkan oleh Gugs Tugas Percepatan Penaganan Covid-19, karena orang tua mereka merasa keberatan.

“Seorang guru yang ikut dalam rombongan itu, sebelumnya diperbolehkan pulang. Jadi saya berharap kelima siswa/i itu juga bisa dipulangkan,” harapnya.

Sementara, ketua Pokja Humas Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19, Rahmatsyah Munthe yang juga Kepala Dinas Infokom Dairi Kabupaten Dairi kepada wartawan mengatakan, tindakan yang dilakukan petugas posko penjaga perbatasan sudah sesuai protokol pencegahan penularan Covid-19.

“Kota Medan sekarang sudah zona merah, untuk menekan penyebarannya perlu dilakukan antisipasi. Semua daerah di Indonesia khusunya Sumatera Utara telah memberlakukan hal yang sama,” sebut Rahmatsyah.

Menurut Rahmatsyah, karantina yang dilakukan selain untuk kebaikan mereka dan keluarganya juga untuk masyarakat di tempat tingalnya masing-masing  terutama orang yang berusia lanjut yang kondisi tubuhnya sangat rentan tertular Covid-19.

“Jadi, kita berharap kesadaran semua pihak untuk ikut melakukan pencegahan, sehingga Covid-19 segera berakhir  dan kita bisa kembali hidup normal,” ucap Rahmatsyah.

Rahmatsyah juga menyampaikan, orang yang dikarantina di rumah singgah difasilitasi Pemkab Dairi mulai dari tempat penginapan, makan sampai kebersihan badan.

Untuk sarapan pagi, makan siang dan makan malam diberikan. Begitu juga ekstra puding makanan ringan berupa gorengan, roti, serta minum teh dan kopi.

“Untuk keperluan  mandi, seperti sabun, sampo bahkan deterjen memcuci baju juga disediakan,” terang Rahmatsyah. (romi)