Satu Orang Pasien RSUD Sidikalang Meninggal Dunia, Hasil Rapit Test Diduga Positif Corona

699
Jenazah pasien diduga positif Covid-19 dimasukan mobil ambulan untuk dimakamkan di TPU Sidiangkat.

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Satu orang pasien yang dirawat di ruang isolasi RSUD Sidikalang meninggal dunia di RSUD,  Sabtu (4/4/2020) pagi. Hasil rapit test diduga pasien dinyatakan positif terpapar Virus Corona (Covid-19).

Pasien berinisia SAT (47) warga Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang merupakan pegawai Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Dairi, sebelumnya mengeluh demam dan sakit perut (Mencret).

Jubir Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Dairi, dr Edison Damanik mengatakan, pasien SAT sebelumnya memiliki riwayat diabetes melitus/kencing manis dan masuk untuk perawatan dirumah sakit pada, 31 Maret 2020 lalu. Dengan keluhan demam sudah 4 hari, disertai batuk dan menceret 1 hari.

Setelah dilakukan pemeriksaan suhu tubuhnya 36,5 derajat Celcius, tindakan medis yang dilakukan foto thorax (dada), pemeriksaan laboratorium, dan dirawat di ruang VIP.

“ Karena tidak ada perkembangan kesehatan, pasien dilakukan konsul ke dokter spesialis paru pada tanggal 3 April 2020,” kata Edison kepada wartawan melalui siaran persnya, Sabtu (4/4/2020).

Selanjutnya terhadap pasien dilakukan pemeriksaan lanjutan foto thorax dan pemeriksaan darah rutin. Namun,  kondisi kesehatan pasien semakin memburuk. Pada tanggal 3 April 2020 pukul 19.20 WIB pasien dipindahkan ke ruang isolasi.

“Sebelum pasien meninggal pada, Sabtu (4/4/2020) jam 08.30 WIB dilakukan rapid test untuk antisipasi dan hasilnya positif terpapar Corona,” sebut Edison.

Dijelaskan Edison, rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibody yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus. Rapid test hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring.

Hasil rapid test pasien memang positif. Pun demikian seorang yang hasil rapid testnya positif perlu melakukan metode Swab, yakni pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) yang bisa mendeteksi langsung keberadaan virus corona.

“Hasil akhir pemeriksaan ini, yang akan benar-benar memperlihatkan adanya Virus Corona,” ujar Edison.

Pantauan wartawan, usai dimasukan kedalam peti jenazah dan di doakan pada, jam 15.00 WIB,  jenazah pasien diduga Covid-19 langsung dibawa mobil ambulan menuju Tempat  Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Sidiangkat.

Terlihat pihak keluarganya ikhlas dan tabah menghadapi musibah meninggalnya pasien yang diduga status ODP Covid-19.  Prosesi pemakaman hanya bisa disaksikan pihak keluarga dari kejauhan. (gun’s)