Cegah Penyebaran Covid-19, 188 Narapidana Rutan Sidikalang Dibebaskan

1318
Kepala Rutan Klas II B Sidikalang mendata dan memberikan imbauan kepada Narapidana yang akan dibebaskan.

DAIRI, Sitinjo-dibaktinews.com

Mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) sampai ke Rumah Tahanan (Rutan) Sidikalang. Sebanyak 188 warga binaan penghuni Rutan Klas II B Sidikalang, Jalan Rimo Bunga, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi dibebaskan.

Hal itu disampikan, Kepala Rutan Klas II B Sidikalang, Jonson Manurung kepada wartawan, Kamis (2/4/2020) di ruang kerjanya. Disebutkannya ketentuan itu telah diatur pada Perturan Kemenkumham nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Kemenkumham nomor  M.HH-19.PK/01.04.04 tentang pengeluaran  dan pembebasan narapidana dan anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Narapidana yang akan mendapat pembebasan melalui Asimilasi sebanyak 188 orang dan dilkukan bertahap. Untuk tanggal, 1-7 April 2020 jumlah narapidana yang mendapat pengeluaran dan pembebasan sebanyak 162 orang.

“Sedangkan 26 narapidana lagi, nanti akan di proses setelah setengah masa pidanya  telah dijalani. Untuk hari ini, Kamis (2/4/2020) napi yang dibebaskan sebanyak 24 orang,” kata Jonson kepada wartawan.

Jonson menjelaskan,sesuai PP nomor 99 tahun 2012 yang berhak mendapat pengeluaran Asimilasi sudah ditentukan, yaitu pelaku tindak pidana umum dan narkoba yang divonis di bawah lima tahun

“Narapidana Rutan Sidikalang yang bebas melalui asimilasi ini, pelaku tindak pidana umum dan narkoba yang pidananya di bawah lima tahun. Sedangkan narapidana kasus Korupsi dan Terorisme tidak bisa dibebaskan,” ujarnya.

Ditambahkan Jonson, sebelum dibebaskan para narapidana terlebih dahulu membuat dan menandatangani surat pernyataan yang isinya, antara lain :

1.Selama menunggu proses pengusulan pembebasan bersyarat/cuti menjelang bebas/cuti bersyarat bersedia menjalani asimilasi dengan ketentuan terap wajib tinggal di rumah (isolasi mandiri).

2.Bersedia datang ke Rutan Kelas II B Sidikalang , guna menerima surat keputusan (SK) pembebasan bersyarat/cuti, menjelang bebas/cuti bersyarat yang telah dikeluarkan oleh Ditjenpas. Apabila tidak menghadap dianggap melarikan diri/dengan konsekuensi ditangkap kembali.

3.Setelah menerima SK sanggup melaksanakan pembibingan oleh balai pemasyarakatan (Bapas) dan pengawasan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari).

4.Menyadari dan menyesali sepenuhnya perbauatan yang penah dilakukan, berjaji tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang melanggar hukum dan tidak akan melarikan diri selama menjalani proses Asimilasi.

5.Bahwa dalam pengurusan asimilasi tidak dibebankan biaya pengursan alias gratis.

Selama menjalani Asimilisasi para narapidana akan dipantau oleh Bapas dan Kejari, agar tetap di rumah. Bila seandainya kedapatan berkeliaran, para napi ini harus berurusan dengan polisi dan mendapat sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. (fajar)