Melalui FGD Bupati Dairi Mencari Solusi Polemik Pupuk Subsidi

94

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Melalui pertemuan tatap muka dan konfrensi video, Fokus Group Discussion (FGD). Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu meminta seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi terkait pupuk bersubsidi.

FGD dengan topik menjawab polemik pupuk bersubsidi di Kabupaten Dairi, diadakan oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi pada, Jumat (20/3/2020) di Aula Sada Ahmo Sidikalang, Jalan Empat Lima, Sidikalang.

Dalam mode Working From Home, Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu mengikuti pertemuan dari ruangan kerjanya melalui sambungan konferensi video. Pada pertemuan itu juga bergabung dan terhubung dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumatera Utara dan Pengamat Pertanian Bapak Sembiring, dari lokasi masing-masing di Kota Medan

FGD juga dihadiri anggota DPRD Dairi, Nasib Sihombing dan Rukiatno Nainggolan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dairi Amper Nainggolan dan Plt Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi Bintoha Angkat; Pengurus Yayasan Petrasa Kabupaten Dairi, dampingan petani dari Sada Ahmo Kabupaten Dairi, Kelompok Tani serta para Kepala Desa.

Dr Eddy Keleng Betutu menyampaikan, hakekatnya pupuk subsidi diperuntukkan untuk stimulus bagi para petani. Oleh karenanya pemangku kepentingan perlu menjaga fungsi stimulus ini ditengah masyarakat petani Dairi.

“Supaya petani kita tidak menjadi bergantung ada pupuk subsidi ini mengingat potensi keterbatasan APBN dalam mendanai subsidi ini,” kata Eddy Berutu.

Disebutkan Eddy Berutu melalui FGD, Pemkab Dairi inginkan mencari solusi yang berkesinambungan untuk mengatasi kecenderungan, semakin terbatasnya kapasitas APBN dalam menyediakan anggaran pupuk subsidi ini.

“Solusi yang berkesinambungan untuk memberikan landasan kemandirian sektor pertanian Dairi, dari ketergantungan pupuk subsidi,” ujar Eddy Berutu.

Eddy Berutu juga menitipkan kepada peserta FGD untuk mencarikan terobosan untuk meningkatkan pendapatan petani dalam konteks peningkatan produktifitas dan pengurangan biaya produksi khususnya biaya sarana prasarana khususnya pupuk.

Kemetrian Pertanian bersama Pemerintah Daerah terus mengawal dan membenahi sistem pendistribusian pupuk diantaranya dengan pendataan melaui RDKK.

“Untuk Kabupaten Dairi dilakukan penerapan Kartu Tani bekerja sama dengan sektor perbankan untuk mengawal distrubusi, agar cepat sasaran, meningkatkan efektifitas sekaligus memperkenalkan transaksi non-tunai pada sektor pertaniam Dairi,” terang Eddy Berutu.

Dalam FGD tersebut, beberapa persoalan yang ditemukan di lapangan,  diantaranya minimnya jadwal sosialisasi tentang distribusi pupuk bersubsidi; pemetaan kebutuhan jenis pupuk terhadap kelompok tani; jadwal tanam dan kalender panen yang belum mampu diciptakan. Serta ketaatan distributor pupuk pada aturan main dan ketentuan Pemerintah.

Selain itu para peserta juga berharap agar distribusi Kartu Tani yang belum menyeluruh, agar mekanisme kontrol bisa efektif serta peningkatan pengawasan soal harga ditingkat kios pupuk.(gun’s)