Pangkalan Gas LPG 3 Kg di Dairi, utamakan Melayani Pengecer

229

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Salah satu penyebab tingginya harga Gas LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Dairi adalah kelicikan sejumlah Pangkalan Gas dengan melakukan tindakan diluar aturan pemerintah.

Misalnya, sejumlah Pangkalan binaan salah satu agen yang selama ini selalu mendapat sorotan dari berbagai pihak yakni PT MKG yang wilayah kerjanya di Kabupaten Dairi.

Dari pengakuan sejumlah warga Sidikalang, beberapa pangkalan PT MKG dimaksud telah mengelabui masyarakat misalnya, ketika masyarakat hendak membeli gas bersubsidi itu ke Pangkalan dimaksud, pihak Pangkalan mangatakan barang sudah habis, pada hal pasokan Gas baru masuk pada sore, atau malam hari sebelumnya.

Informasi dari warga setempat, Pangkalan lebih mengutamakan penjualan kepada Pengecer, ketimbang warga pengguna langsung Gas yang disubsidi Pemerintah itu.

“Saya kemarin hendak membeli Gas, disalah satu Pangkalan yang terletak di Jalan FL Tobing Sidikalang, akan tetapi pihak Pangkalan mengatakan Gas 3 Kg sudah habis, saat saya mencoba melihat langsung ke dalam pangkalan yang diketahui jarang melayani masyarakat itu, pemilik marah-marah” ungkap seorang ibu rumah tangga kepada wartawan, Jumat (20/3/2020).

Menurut Ibu rumah tangga yang namanya enggan disebutkan, biasanya dia mendapatkan Gas dari Pangkalan tersebut, harganya Rp. 20.000 per tabung, namun kalau belinya di kios pengecer harga Gas 3 Kg itu, selalu bervariasi ada yang Rp. 25.000, kadang Rp. 27.000 per tabung.

Dihubungi terpisah, Sekretaris JPKP Kabupaten Dairi, Robinson Simbolon membenarkan bahwa tingginya harga gas yang peruntukannya hanya untuk masyarakat yang pra sejahtera itu, akibat kenakalan beberapa Pangkalan yang rakus akan keuntungan lebih, sehingga mereka menabrak sejumlah aturan, termasuk menjualnya di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Menurut Simbolon Bisnis LPG 3 Kg dimaksud bukanlah free market, sebab barang tersebut merupakan barang subsidi, sehingga pendistribusian atau tata niaganya diatur Pemerintah, mualai dari Pemerintah Pusah hingga Pemerintah Daerah kabupaten/kota.

Dalam kesempatan itu, Simbolon yang telah lama menelusuri penyebab tingginya harga LPG 3 kg tersebut, sangat menyayangkan sikap pemerintah kabupaten Dairi yang ditudingnya terkesan tutup mata, dan tidak peduli dengan keluhan masyarakatnya.

“Yang pasti, baik lisan maupun secara tertulis, kita sudah berulang menyampaikan ke pemerintah Dairi, bahkan kita juga sudah menyurati PTĀ  Pertamina terkait Pelanggaran baik yang dilakukan Agen,maupun Pangkalan yang mengakibatkan tingginya Gas LPG 3 Kg ini, namun faktanya tidak ada yang peduli, ya inilah akibatnya, selain harga tinggi, disejumlah wilayah sudah mulai terjadi kelangkaan,” ungkap Simbolon.

Untuk mengatasi kelangkaan, dan tingginya harga gas bersubsidi tersebut, Simbolon meminta, agar masyarakat Dairi mendukung tindakan yang dilakukan Wabup Dairi, yang telah melakukan sidak ke sejumlah Pangkalan dan Rumah makan yang diketahui menggunakan Gas bersubsidi dimaksud.

“Kita sangat berharap agar monitoring Gas LPG 3 Kg tersebut, pemerintah Dairi melibatkan Pihak Polres Dairi, sebab menaikkan harga barang bersubsidi, sudah jelas tindak pidana,” harap Simbolon. (tim)