Wabup Dairi Akan Tindak Pangkalan Nakal Menjual Gas Subsidi Diatas HET

147
Wabup Dairi memberi keterangan masalah gas subsidi kepada wartawan.

Dairi, Sidikalang-dibaktinews.com

Masyarakat Kabupaten Dairi keluhkan kelangkaan gas LPG subsidi, dimana dalam beberapa minggu ini menghilang di pasaran. Selain langka gas melon 3 kg tersebut harganya juga melonjak diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Sekarang ini harga gas melon 3 kg dipasaran atau tingkat pengecer mencapai Rp. 25.000-30.000. Padahal harga HET yang ditetapkan untuk Kabupaten Dairi Rp. 18.000.

Menanggapi hal itu, Pemkab Dairi melalui Wakil Bupati (Wabup), Jimmy AL Sihombing mengatakan, telah melakukan rapat bersama dengan Asisten II, Kabag Perekonomian, Kasatpol PP dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop).

“Kami telah melakukan rapat untuk membahas masalah penyebab kelangkaaan dan naiknya harga gas subsidi 3 kg yang beredar di Kabupaten Dairi saat ini,” kata Jimmy saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (16/3/2020).

Jimmy menyebutkan, kelangkaan dan naiknya harga gas subsidi tersebut diduga akibat adanya oknum beberapa pangkalan dan pengecer yang terbilang nakal.

Sebab sesuai data, untuk Kabupaten Dairi menerima LPG 3 kg yang disuplai dari SPBE melebihi kapasitas dari pengunaan yang semestinya atau lebih dari kata cukup.

“Tetapi bisa di asumsikan pangkalan atau pengecer bisa saja menahan atau menunggu kelangkaan LPG, agar harganya bisa naik. Hal ini masih akan kami telusuri,” sebut Jimmy.

Menurut Jimmy, sebelumnya pangkalan di Kabupaten Dairi disuplai dari SPBE Pancur Batu. Ini akan direvisi kembali, karena SPBE di Dokan Kabupaten Karo suda ada. Semestinya harganya akan menjadi murah karena jarak tempuh semangkin dekat.

Namun, ini kembali lagi ke pengecer pastinya akan mencari untung. Jadi akan dibuat regulasi pada pangkalan dan pengecer mengenai harga termasuk pamplet harga dipangkalan serta perhitugan harga eceran.

“Bila ditemukan pangkalan atau pegecer yang nakal, kami akan surati ke agen agar ditindak tegas,” ujar Jimmy. (fajar)