Bangunan Tower BTS Milik PT Daya Mitra Telekomunikasi di Dairi Tidak Miliki IMB

329

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Bangunan tower Base Transciever Station (BTS) yang pengerjaanya rampung 90 persen di Dusun Tumpak Meriah, Desa Karing, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Pasalnya menurut warga, sejak mulai dibangun sampai selesai tidak ada terpasang plang bertuliskan IMB di sekitar lokasi bangunan tower. Bahkan saat salah seorang pekerja ditanya warga tentang keberadaan plang IMB, pekerja tersebut malah balik bertanya “Apa itu IMB ”.

“Pengerjaan bangunan tower dimulai pada awal Februari 2020. Saat saya tanya mana IMB nya?. Para pekerja malah bilang ngak tau dan mengatakan kami hanya pekerja,”kata Wasmar Manalu warga setempat kepada wartawan, Rabu (11/3/2020).

Pantauan wartawan, kondisi bangunan tower BTS saat ini kondisinya sangat membahayakan warga yang tinggal disekitar tower. Karena tanah tempat berdirinya tiang tower terlihat sudah mulai amblas dan pondasi tempat penyangga tangga untuk naik ke tower terlihat sudah mengantung akibat tanahnya amblas.

Terkait hal itu, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMP2TSPK) Kabupaten Dairi, Marisi Sianturi mengatakan, pihaknya sudah menerima permohonan IMB dari perusahaan pembangun tower BTS pada Februari lalu.

“Perusahaan tersebut, PT Daya Mitra Telekomunikasi dan setelah diteliti dokumen permohonannya susah lengkap. Namun untuk menerbitkan rekomendasi teknis yang berhak adalah Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Dairi sekaligus untuk menghitung retribusi yang akan dibayarkan,” kata Marisi.

Menurut Marisi, kalau rekomendasi teknisnya dari Dinas PUTR tadi, Rabu (11/3/2020) pagi sudah mereka terima. Untuk izinya paling lambat Jumat besok sudah bisa terbit.

Ketika ditanya, bangunan towernya sudah selesai 90 persen, tapi izinya baru akan dikeluarkan sekarang. Apakah itu tidak menyalahi aturan ?. Marisi malah menjawab, fungsi Dinas DPMP2TSPK hanya masalah administrasi dan tidak melakukan tugas meninjau kelapangan.

“Untuk melihat secara fisik dilapangan kami tidak sampai kesitu, kami hanya menangani administrasi. Jadi yang melakukan peninjauan kelapangan pembangunan tower adalah Dinas PUTR,”ucapnya.

Terpisah, Dinas PUTR Dairi kepada wartawan membenarkan adanya pembangunan tower oleh PT Daya Mitra Telekomunikasi di Kabupaten Dairi. Menurutnya, ada 5 titik pembangunan towe BTS di Kabupaten Dairi yang tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Berampu, Lae Parira, Sidikalang, Parbuluan, dan Sumbul.

“Secara teknis dan administratif perusahaan PT Daya Mitra Telekominikasi telah mengurus izin ke Pemkab Dairi untuk mendirikan bangunan sekitar tiga minggu yang lalu,”kata M Simangunsong.

Melalui Dinas DPMP2TSPK telah menyampaikan secara teknik masalah IMB nya. Menurut Simangunsong pihaknya telah melihat dan melakukan pengukuran dilapangan dua minggu yang lalu.

“Setelah kita meninjau kelapangan selanjutnya kita proses secara administrasi dan sudah kita berikan ads plenning terhadap izin penggunaan ruang,” sebutnya.

Saat ditanya apakah bisa bangunan selesai dikerjakan, tetapi IMB belum diterbitkan ?. Simangunsong pun kebingungan dan mengatakan, saat mereka melakukan peninjauan kepangan memang ada satu titik bangunan tower yang sudah selesi dikerjakan sekitar 60 persen dan ada dua titik sekitar 20-30 persen dan sisanya belum berdiri.

“Setelah kita melihat kelapangan, pengusaha tersebut kita pangil dan memeberi peringatan agar jangan dulu melakukan pengerjaan sebelum izin IMB keluar,” ucapnya.

Ketika ditanya tanah tempat berdirinya tower sudah amblas dan membahayakan warga sekitar. Simangunsong mengatakan, kalau pondasi bangunan tower sudah cukup kuat. (fajar)