Omzet Stand Kopi Petrasa Selama Pelaksanaan Test CPNS di Dairi Mencapai Jutaan Perhari

218
Stand kopi Petrasa di lokasi ujian CPNS Pemkab Dairi,

DAIRI, Sitinjo-dibaktinews.com

Stand kopi Petrsa yang menyajikan minuman kopi khas Sidikalang. Selama pelaksanaan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lokasi Hotel Beristera, Jalan Sidikalang-Medan, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi omzetnya mencapai jutaan rupiah setiap harinya.

Setiap harinya stand yang menjual kopi merek d’Pinagar tersebut, ramai dikunjungi peserta ujian dan warga yang kebetulan datang dan mengantar keluarganya dilokasi Hotel Beristera.

“Setiap harinya, ada ratusan pengunjung yang datang kesini dan rata-rata peserta dan warga yang mengantar serta menunggu keluarganya ikut ujian CPNS,”kata Devisi pemasaran, Muntilan Nababan kepada wartawan, Rabu (19/2/2020).

Melalui stand kopi yang disediakan pihak panitia, Nababan mengatakan, bahwa pihak Petrasa ingin memperkenalkan kopi Arabika Sidikalang, khusunya kopi d’Pinagar dari Dusun Lae Pinagar, Desa perjuangan, Kecamatan Sumbul.

“Peserta ujian CPNS ini khan banyak dari luar daerah, jadi kita ingin memperkenakan dan mempromosikan kepada mereka kopi arabika Sidikalang hasil masyarakat petani binaan Petrasa,”ucapnya.

Kelebihan dari Kopi d’Pinagar menurut Nababan, bahwa kopi ini asli olahan masyarakat petani Dairi dan diolah secara organik. Produksinya dari hulu hingga hilir di lakukan oleh petani.

“Bebas dari bahan kimia, karena pupuk yang digunakan organik dan tidak menggunakan obat-obatan kimia dalam perawatannya,”ungkap Nababan.

Lebih lanjut Nababan menjelaskan, selain menjual kopi kemasan merek d’Pinagar, Petrsa juga menjual kopi yang bisa diminum ditempat. Sehingga pengunjung bisa langsung merasakan kopi produksi Petrasa.

“Di stand ini kita menyajikan minuman aneka rasa kopi, seperti kopi susu, kopi hitam, vietnam drip, espresso, kopi tubruk, kopi  v60 dan lain-lain. Omzet setiap harinya, mencapai Rp 3 juta,”sebutnya.

Saat ditanya kopi yang ramai diminta pengunjung, Nababan mengatakan, hampir semua kopi yang dijual banyak yang membeli. Namun kebanyakan pengunjung menggemari kopi tubruk.

“Selain harganya terjangkau, proses pembuatannya juga tidak membutuhkan waktu lama.,”pungkasnya. (fajar)