Kesal Dimarahi, Seorang Anak di Lae Parira Kabupaten Dairi Tega Bacok Bapaknya Hingga Tewas

324
Korban saat divisum di kamar jenazah RSUD Sidikalang.

DAIRI, Lae Parira-dibaktinews.com

Sadis, seorang anak di Desa Lae Parira, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi tega membacok bapaknya sendiri hingga tewas. Peristiwa berdarah yang mengemparkan warga Kecamatan Lae Parira tersebut, diduga dipicu karena sang anak kesal karena teru dimarahi bapaknya.

Kapolres Dairi AKBP Leonardo D Simatupang SIK melalui Kapolsek Parongil, Iptu Maruli Tambunan kepada wartawan menjelaskan, kalau peristiwa pembunuhan itu terjadi pada, Jumat (7/2/2020) malam sekira jam 23.30 WIB di halaman rumah korban, Torang Pane (50) di Desa Lae Parira.

Disebutkan Maruli, dari keterangan para saksi yang melihat kejadian itu, keributan antara bapak dan anak bermula. Ketika pelaku Gunawan Sucipto Pane (26) yang juga anak kandung korban. Malam itu baru saja pulang dari mengantar durian ke Tanjung Balai, membantu menghitung buah durian yang dikumpul ibunya dari para petani di teras rumah.

Ketika lagi menghitung buah durian, tiba-tiba korban datang sambil marah-marah dan berkata” jangan kau bikin bisnismu di rumah ini,”. Kemudian pelaku berkata” apa maksud bapak?”.

Karena tidak mau ribut dengan bapaknya, pelaku pun menyuruh istrinya mengambil pakaian ke dalam rumah. Kemudian korban datang dari samping rumah melempar pelaku dengan menggunakan batu sambil berkata “masih disini kau babi, pergi kau, harus kumatikan kau” sambil terus melempari pelaku dengan batu.

Tidak terima apa yang dilakukan korban, kemudian pelaku masuk kedalam mobil dan mengambil sebilah parang dari dalam laci mobilnya. Sambil membawa parang kemudian mengejar korban. Karena pelaku membawa parang,  korban pun coba berlari, namun malah terjatuh.

“Pada saat korban terjatuh, pelaku membacok punggung sebelah kanan korban sebanyak satu kali dan  kepala sebelah kanan bagian belakang sebanyak dua kali hingga korban mengalami luka-luka,”kata Maruli.

Warga yang melihat kejadian itu, kemudian mencoba melerai bapak dan anak yang telibat perkelahian. Korban yang mengalami luka-luka selanjutnya dibawa ke rumah tetangganya, karena luka yang dialami cukup parah  oleh warga dilarikan ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara pelaku diamankan di dalam rumahnya oleh warga.

“Namun naas, karena luka yang dialami cukup parah, korban pun menghembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju RSUD Sidikalang,”sebut Maruli.

Lebih lanjut Maruli menjelaskan, usai dilakukan visum, korban langsung diserahkan kepada pihak keluarganya untuk disemayamkan di rumah duka. Sedangkan untuk pelaku malam setelah kejadian langsung diamankan ke Polsek Parongil.

“Pelaku sudah kami amankan dan masih dimintai keterangan terkait perbuatan yang dilakukan,”ucap Maruli.

Maruli juga mengatakan, kalau pelaku merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara dan selama ini pelaku tinggal di Jalan Kampung Suka Tani, Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat.

Tahun baru kemarin, pelaku pulang ke kampung sekalian mau membaptiskan anaknya. Tapi karena rumahnya di Jakrta Barat kebanjiran, pelaku dan istrinya Citra Br Tanjung yang sedang hamil enam bulan sementara waktu tetap bertahan rumah orang tuanya.

“Selama di kampung, pelaku membantu ibunya bisnis buah durian dan sekalian mengantarkan buah durian yang akan dijual ke luar daerah. Hingga terjadi peristiwa berdarah tersebut,”ujar Maruli. (junitha)