Babinsa Koramil 07/Salak Gotong Royong Membangun Bak Penampungan Air

225
Babinsa bersama masyarakat gotong royong membangun bak penampungan air

Pakpak Bharat, Pagindar-dibaktinews.com

Desa Lae Mbentar, Kecamatan Pagindar merupakan sentra perkebunan sawit di Kabupaten Pakpak Bharat yang sangat mempengaruhi ketersediaan air, karena kelapa sawit salah satu tanaman yang sangat membutuhkan air. Sehingga cadanga air yang ada di dalam tanah terhisap oleh tanaman tersebut.

Hal itulah jadi salah satu penyebab semakin berkurangnya cadangan air bersih di Desa Lae Mbentar. Akan tetapi situasi ini bagaikan buah simalakama, karena perkebunan sawit merupakan andalan masyarakat Desa Lae Mbentar, tetapi di satu sisi mengancam cadangan air bersih di desa tersebut.

Menaggapi hal itu, Babinsa Koramil 07/Salak, Kodim 0206/Dairi, Srd Eko Nugroho pun bermusyawarah dengan para tokoh di Desa Lae Mbentar untuk mencari solusi untuk mengatasi permasalahan air bersih.

Hasil musyawara disepakati membuat penampungan air untuk mengatasi permasalahan air bersih. Selanjutnya pada,  Senin (3/2/2020) Srd Eko Nugroho bersama masyarakat bergotong royong membangun bak penampungan air.

Srd Eko Nugroho menyatakan, agar bak air ini dirawat dan di jaga bersama, karena ini adalah milik masyarakat semua. Rawatlah dengan baik, ingat ada ungkapan mengatakan “air tidak butuh manusia,  manusialah yang butuh air” artinya kita yang sangat butuh, jangan kita pula yang merusak sumber air ini,”ucap Srd Eko.

Salah seorang warga Desa Lae Mbentar, bapak Sugito meyampaikan, kalau selama ini memang air bersih di desanya agak susah. Untuk mendapatkan air bersih harus berjalan beberapa kilometer.

“Mudah-mudahan dengan adanya bak penampungan air ini kebutuhan air kita dapat terpenuhi, karena kasihan melihat anak anak ataupun ibu-ibu yang berjalan jauh untuk memenuhi kebutuhan air bersih,”ungkapnya.

Masyarakat pun mengucapkan terimakasih kepada Babinsa yang sudah merumuskan dan mencari solusi bagi kesulitan air kepada masyarakat desa, sehingga kebutuhan air bersih di desa Lae Mbentar ini dapat terwujud.

Betul-betul memang TNI dalam hal ini Babinsa sebagai anak kandung rakyat, karena tidak mau melihat orangtuanya (rakyat) menderita. Kini semua warga Desa sepakat untuk sama sama menjaga dan melestarikan sumber air kehidupan ini. (psr)