Masalah Tandatangan Surat Pengantar Calon Ketua Definitif DPRD Dairi Akan Dibawa Keranah Hukum

202
Johanson Manik dan Sabam Sibarani bersalaman usai sidang paripurba penetapan Ketua Definitif DPRD Dairi.

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Anggota DPRD Dairi periode 2019-2024, telah melaksanakan Sidang Paripurna Penetapan Pimpinan Definitif DPRD. Sidang dilakukan secara tertutup bertempat di Gedung Nasional Djauli Manik, jalan SM Raja, Kecamatan Sidikalang, Selasa (5/11/19) lalu.

Hasil dari sidang tersebut sebagai, Ketua Definitif Sabam Sibarani dari Partai Golkar, Wakilnya Havensius Tondang dari PDIP dan Wanseptember Situmaorang dari Demokrat.

Ketika ditanya dasar penetapan Ketua Defintif, pimpinan DPR Dairi sementara Depriwanto mengatakan, sesuai undang-undang Pemerintah Daerah Pasal 164 dijelaskan, bahwa pimpinan Partai Politik (Parpol) setempat atau setingkat menyampaikan kepada pimpinan sementara.

“Makanya yang kita bacakan sesuai peraturan itu adalah surat pengantar dari Parpol tingkat kabupaten yang lampirannya adalah DPP masing-masing Parpol. Itu yang kita jadikan bahan untuk penetapan pimpinan definitif,”sebut Depriwanto.

Disebutkan Depriwanto, hasil sidang penetapan ketua definitif ini akan diteruskan kepada Bupati Dairi, untuk selanjutnya diteruskan lagi kepada Gubernur Sumatera utara untuk ditetapkan nantinya.

“Untuk penetapan ketua definitif dari Gubernur kita belum tau, prosesnya bisa panjang dan bisa juga cepat. Kalau sebelum-sebelumnya hanya tiga minggu waktunya,”ucap Depriwanto.

Sementara saat disinggung masalah dua surat pengantar usulan calon ketua definitif  yang dikeluarkan baik itu dari DPP Partai Golkar dan DPD Partai Golkar Sumatera Utara kepada dua nama, yakni Johanson Manik dan Sabam Sibarani.

Depriwanto mengatakan, kembali lagi kepada perturan daerah tadi, karena surat pengantar dari Partai Golkar Dairi kepada pimpinan sementara Ketua DPRD Dairi hanya satu untuk nama, Sabam Sibarani, makanya forum menyepakati ini.

“Kecuali kalau ada dua surat yang masuk dari DPD Tingkat II Golkar Kabupaten Dairi kepada kita kemungkinan bisa menjadi pertimbangan,”ujarnya.

Terkait hasil sidang paripurna yang telah menetapkan, Sabam Subarani  Ketua Definitif DPRD Dairi. Johanson Manik yang sebelumnya juga memegang surat pengantar dari Partai Golkar sebagai kandidat calon Ketua Definitif mengatakan, akan menggugat dan membawa masalah ini kerana hukum.

“Intruksi dari seketararis DPD Golkar Sumatera Utara juga mengatakan akan membawa masala ini kerana hukum. Karena masalah surat pengantar yang ada pada Sabam Sibarani menurut pengakuan seketris Golkar itu bukan tandatangannya kemungkinan itu discaning,”kata Johanson.

Ketika ditanya surat pengantar yang dipegannya sah atau tidak, Johanson mengatakan surat itu sah. Tetapi karena ada hambatan dan tantangan di DPD Golkar Tingkat 1 Sumatera Utara, sehingga surat pengantar tersebut tidak sampai ke DPD Golkar Tingkat II Dairi.

“Untuk itu dalam waktu dekat saya akan tanyakan ke DPP Golkar, apakah surat pengantar yang dikeluarkan akan ditelusuri atau ditinjau kembali. Karena surat pengantar yang saya terima dari DPP sampai saat ini belum ada dinyatakan pembatalannya,”ungkap Johanson. (fajar)