Datangi Kantor Kepala Desa, Warga Desa Sipoltong Minta Penjaringan BPD Transparan

114
Masyarakat Desa Sipoltong didampingi Ketua BPD mendatangi Kantor Kepala Desa.

DAIRI, Siempat Nempu Hulu-dibaktinews.com

Warga Desa Sipoltong, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi didampingi Ketua Badan Permusyawa Desa (BPD), Herison Samosir mendatangi Kantor Kepala Desa Sipoltong. Kedatangan mereka untuk meminta agar penjaringan pencalonan anggota BPD untuk periode 2019-2024 dilakukan secara transparan.

Hal itu mereka lakukan, karena ada kabar bahwa pelaksanaan penjaringan calon anggota BPD diduga tidak transparan dan tidak sesuai ketentuan, serta orang-orang yang akan memberikan suaranya di setiap dusun sudah ditentukan.

Kepada wartawan, Ketua BPD Desa Sipoltong Herrison Samosir mengatakan, kedatangannya ke Kantor Kepala Desa bersama warga untuk meminta penjelasan tentang penjaringan BPD dari tingkat dusun sampai tingkat desa.

“Karena setelah Perda No. 14 tahun 2006 direvisi sampai saat ini kita belum pernah mendapat revisinya, sehingga sangat pantas kita mempertanyakan Perda yang sudah dilakukan revisi. Pasalnya Perda tersebut sudah dilakukan untuk melaksanakan penjaringan sekarang ini,”kata Herison, Selasa (29/10/19).

Disebutkan Herrison, sebelumnya masyarakat telah menemuinya dan menyampaikan aspirasinya tentang penjaringan calon anggota BPD yang banyak belum mereka ketahui. Apalagi masyarakat juga curiga tentang pelaksanaan penjaringan yang dilakukan.

“Agar tidak menjadi masalah ditengah-tengah masyarakat, maka kita lakukan klarifikasi secara langsung kepada panitia penjaringan BPD,”ucap Herrison.

Ketika ditanya transparan seperti apa yang diminta masyarakat, Herrison menerangkan, bahwa di Perda pasal No. 3 tahun 2018, dikatakan penjaringan BPD dari tingkat dusun, orang-orang yang akan menggunakan suaranya atau memilih adalah tokoh-tokoh  masyarakat.

“Jadi yang ingin kita pertanyakan indikator yang menjadi tokoh masyarakat itu seperti apa. Jangan sampai pula nanti yang dianggap tokoh masyarakat ternyata hanya rekayasa panitia penjarngan. Kita hanya mengiginkan penjaringan BPD berjalan baik dan sesuai dengan aturan, serta mewakili aspirasi masyarakat siapa calon yang kira-kira diusulkan menjadi BPD.”sebut Herrison.

Ditambahkan Herrison sesuai dengan tahapan dan surat yang telah diberikan Camat kepadanya selaku Ketua BPD, tahapan penjaringan calon anggota BPD ini sudah terlambat. Tapi itu tidak apa-apa, semoga tahapan yang dilaksankan panitia penjaringan dapat dilaksanakan dengan baik.

“Bila nanti penjaringan calon anggota BPD yang dilaksanakan tidak berjalan dengan baik, kita akan kritisi,”ujarnya.

Sementara seketaris Desa Sipoltong,  Darwin Pinem mengatakan, bahwa penjaringan calon anggota BPD di Desa Sipoltong dilakukan secara terbuka dan transparan. Panitia penjaringan juga telah membuat musyawara disetiap dusun dan membuat pengumuman melalui selebaran kertas tentang penjaringan calon anggota BPD yang ditempel di tempat-tempat yang mudah diketahui masyarakat seperti di warung-warung.

“Untuk pendaftaran calon anggota BPD ini kita mengikuti Perda No. 3 tahun 2018 dan pendaftaran akan kami tutup pada, 31 Oktober 2019, namun untuk kelengkapan dan perbaikan berkas calon pendaftar kami berikan waktu hingga 4 Oktober 2019,”pungkas Darwin. (gun’s)