Jono Pasi, Jawaban Bupati Dairi Terlalu Normatif

118
Bupati Dairi saat membacakan nota jawaban atas pandangan umum anggota DPRD.

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Ada yang menarik pada sidang paripurna DPRD Dairi yang dilaksanakan, Kamis (3/10/19) lalu di Gedung Olahraga (GOR), jalan Rumah Sakit Umum, Kecamatan Sidikalang. Salah seorang anggota dewan menuding jawaban Bupati terlalu normatif.

Hal itu terdengar usai penyampaian nota jawaban oleh Bupati Dairi, DR Eddy Keleng Ate Berutu atas pandangan umum anggota DPRD Dairi terhadap Ranperda tentang APBD tahun anggaran 2020.

“Pada prinsipnya kami bisa menerima jawaban yang disampaikan Bupati, namun ada beberapa hal yang penting dan perlu dijawab kembali nantinya. Dimana masih ada beberapa poin yang prinsip penjelasannya masih normatif,”kata Jono Pasi anggota Dewas dari Partai PKS.

Terutama masalah teknis pada poin kedua masalah program penyediaan bibit kopi arabika kepada petani dan program pengembangan bibit kopi di UPT Sidikalang yang dapat membantu petani dalam rangka penyediaan bibit kopi secara langsung.

Tadi dijawab Bupati, biaya yang dikeluarkan lebih rendah dari pada membeli bibit kopi di luar, karena masyarakat petani hanya mengeluarkan biaya PAD nya saja.

“Ini yang menjadi jawaban khusus bagi kami,”ujar Jono.

Kenapa demikian ? kalau kualitas bibit kopi yang disediakan Dinas Pertanian itu bagus dan unggul. Jangankan lebih rendah, lebih mahal pun akan dibeli oleh petani.

“Jika kualitas bibit yang disedikan dan diadakan Dinas Pertanian lebih baik dan unggul kualitasnya dari pada bibit-bibit yang ada di luar sana. Masyarakat petani kopi pasti akan mengejar dan membelinya, tetapi sebaliknya bila lebih rendah dan tidak berkualitas dikasih gratis pun masyarakat tidak akan menerima,”tegasnya.

Itu terbukti pengalaman tahun-tahun yang lalu, contohnya bibit jagung yang dibagikan Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pertanian.

“Pada tahun yang lalu kelompok tani yang saya ajukan mendapatkan bibit jagung yang disalurkan Dinas Pertnian, kalau tidak salah bibit jagungnya merek Bima. Masyarakat kecewa karena kulitas bibitnya sangat jauh dari kualitas standar yang diharapkan oleh petani,”sebut Jono.

Selanjutnya, mengenai Dinas Kesehatan terkait pelayanan percetakan kartu BPJS, dalam hal ini masyarakat yang mendapat bantuan pemerintah atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Disampaikan Bupati bahwa dalam percetakan kartu KIS yang menjadi wewenang BPJS, dan Pemerintah Dairi akan berkoordinasi dengan pihak BPJS untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Pertanyaan saya, sampai saat ini sudah dikoordinasikan belum ? jangan seperti tahun yang lalu jawabannya asal-asalan dan asal dijawab saja. Semestinya kalau sudah dikoordinasikan, pastinya Kepala BPJS Cabang Dairi pasti sudah menelpon saya, karena sebelumnya itu juga sudah saya pertanyakan dengan pihak BPJS ,”ungkap Jono.

Masih tentang kesehatan, masalah pengadaan lahan untuk pengembangan RSUD Sidikalang dari tahun yang lalu sudah direncanakan dan sudah dibuka di forum rapat paripurna DPRD

Tadi kata Bupati pihak RSUD telah mengadakan pertemuan dengan  penduduk disekitar rumah sakit, yang menghasilkan kesepakatan bahwa penduduk sekitar bersedia menjual tanah kepada RSUD Sidikalang.

“Yang ingin kami pertanyakan, apakah kesepakatan itu sudah sampai nilai harga jual (NJOP) atau kesepakatan yang seperti apa..?. Maksud kami agar tidak terulang lagi ini menjadi gagal, karena salah satu kreteria dan standar rumah sakit tipe A adalah luas lahannya selain tenaga medisnya,”sebut Jono.

Jono juga mempertanyakan status RSUD Sidikalang, karena sebelumnya sempat turun ke tipe D dan masih ada peluang kembali untuk kembali ke tipe C dengan catatan diperbaiki laporan administrasinya, di validasi kembali data-datanya dan dilaporkan kembali kepada Kementrian Kesehatan .

Contohnya RSUD Dolok Sanggul sebelumnya Tipe D, setelah divalidasi data-datanya sekarang kembali ditetapkan ke tipe C, bagaimana dengan RSUD Sidikalang..?

“Harapan kami apa yang telah disampaikan tadi, mohon penjelasannya dan kalaupun tidak menjadi catatan khusus, agar apa yang kami sampikan ini tidak terulang pada pandangan umum atau rapat-rapat yang akan datang dan menghasilkan apa yang tidak kita harapkan.,”pungkasnya. (gun’s)