Jalan Menuju Desa Lae Luhung Dan Lae Haporas Terancam Putus

77
Jalan menuju Lae Luhung dan Lae Haporas yang rusak parah.

DAIRI, Siempat Nempu Hilir-dibaktinews.com

Lebih tiga tahun, jalan menuju Desa Lae Luhung dan Lae Haporas,  Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi rusak parah dan terancam putus total.

Walau sudah dikeluhkan masyarakat dan diusulkan ke Musyawara Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Desa dan Kecamatan, hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda untuk dilakukan perbaikan.

Kepala Desa Lae Haporas, Marius Jahot Sinaga saat ditanya terkait kondisi jalan yang rusak mengatakan, bahwa dirinya selaku Kepala Desa sudah melaporkan kerusakan jalan itu kepada pemerintah kecamatan (Camat).

“Keluhan masyarakat sudah kita usulkan ke Musrembang desa maupun kecamatan, namun sampai sekarang tidak juga kunjung dilakukan perbaikan,”kata Marius, Sabtu (7/9/19).

Disebutkannya, kerusakan jalan penghubung desa sudah cukup parah, sehingga kalau perbaikan menggunaan Dana Desa (DD) tidak akan mampu. Apalagi kerusakannya ada dibeberapa titik.

“Untuk itu kita mohon bantuan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang,”ungkapnya.

Lanjut Marius, akibat kerusakan jalan, arus transportasi di desa nya menjadi  terganggu, khususnya untuk pengangkutan hasil pertanian yang akan dibawa dari ladang kerumah, maupun yang akan dijual ke luar desa.

“Kondisi jalan saat ini hanya bisa dilalui mobil ukuran kecil, sehingga untuk pengangkutan hasil pertanian harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal,”sebutnya.

Ditambahkannya, bila musim penghujan kondisi jalan susah dilalui kendaraan dan rawan akan kecelakaan. Apalagi bila malam hari, dimana kondisi penerangan yang minim, membuat jalan yang rusak tidak terlihat.

“Harus berhati-hati kalau tidak ingin masuk kelubang dan jurang jalan yang dalam,”ujarnya.

Kondisi jalan menuju dua desa yang terancam putus.

Pantauan wartawan, kondisi jalan cukup membahayakan bagi pengendara yang melintas, kalau tidak hati-hati dan waspada bisa celaka. Setiap kendaraan yang melitas dari dua rah berlawanan, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat harus bergantian, karena kondisi jalan yang mulai menyempit dan terancam amblas.

Kondisi jalan yang rusak menurut keterangan warga setempat kerap makan korban, khususnya warga dari luar daerah yang tidak mengetahui kondisi jalan desa tersebut.

Warga sangat berharap kepada Pemkab Dairi melalui dinas terkait bisa segera melakukan perbaikan pada jalan yang rusak.(gun’s)