Sekjen GEKIRA Ajak Anak Bangsa Stop Komunikasi Bensin

126
Sekjen GEKIRA, Nikson Silalahi

JAKARTA – dibaktinews.com

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Sekjen PP GEKIRA), Nikson Silalahi menyampaikan keprihatinannya menyangkut lalu lintas respon masyarakat di media sosial (medsos) terkait perang opini atas ungkapan wisata halal yang lagi hangat di Sumatera Utara (Sumut) dan berbagai respon atas maraknya masyarakat yang demonstrasi di Papua dan Papua Barat yang telah menimbulkan korban jiwa dan banyak kerugian.

Nikson berharap sebaiknya setiap anak bangsa yang cinta kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) wajib menahan diri untuk tidak ikut menjadi bagian yang menambah kisruh permasalahan yang lagi mendera bangsa kita.

“Sebaiknya setiap anak bangsa yang cinta damai dan keutuhan NKRI wajib menahan diri untuk tidak menjadi bagian yang menambah kisruh permasalahan bangsa,” tulis Nikson dalam rilisnya, Jumat (6/9/19).

Menurut Nikson, belakangan ini banyak anak bangsa yang gampang marah dan seperti haus untuk bertikai, banyak hal digunakan menjadi alat pemicu kemarahan dan pertikaian serta menyebarkan kebencian.

Banyak juga orang yang dengan bangga muncul di pemberitaan sebagai figur yang seakan-akan pemilik kebenaran, sehingga pihak lain yang salah dan pantas untuk dibully. Karena itu, ia mengajak untuk mengakhiri komunikasi bensin.

“Karena itu stop komunikasi bensin,”ucap Nikson.

Istilah komunikasi bensin yang disampaikan Nikson adalah bentuk komunikasi yang merasa benar sendiri dan akibatnya karena merasa benar sendiri tentu saja cenderung menyalahkan pihak lain dan celakanya bak bensin akan menyulut reaksi perlawanan dari pihak lain, sehingga sesama anak bangsa akan terjebak kisruh dan saling menghakimi.

Disadari atau tidak, sambung Nikson, kebencian akan memicu perpecahan, perpecahan akan menimbulkan ketidak amanan dan ketidaknyamanan, bahkan tidak tertutup kemungkinan menjadi penyebab perang sesama anak bangsa yang akan melahirkan penderitaan besar dan sulit dihentikan.

“Inilah yang lagi ditunggu beberapa pihak apakah anak bangsa sendiri ataupun pihak asing yang tidak ingin NKRI tetap utuh,”katanya mengingatkan.

Oleh karena itu, Nikson mengajak semua anak bangsa yang cinta keutuhan NKRI untuk sadar.

“Kita lagi diadu dan sebagian kita sudah terjebak menikmati pertikaian,”sebutnya.

Kalau tidak bisa menjadi bagian dari pejuang kedamaian, persatuan, setidaknya mari stop atau akhiri untuk tidak ikut-ikutan menjadi penyebar intrik-intrik yang merugikan bangsa ini.

“Mari kita mulai dari diri sendiri, kita mulai dari sekarang,”ungkapnya. (red)