Ulos Asal Silalahi Akan Dibawa Ke Belgia Ikut Fashion Show Pada Oktober 2019

163
Bupati Dairi didampingi Ketua Dekranasda Dairi memberikan sertifikat kepada para pengrajin ulos.

DAIRI, Silahisabungan-dibaktinews.com

Ulos Silalahi yang merupakan hasil kerajinan tradisional masyarakat di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi akan terus dikembangkan. Dan akan dibawa ke Belgia untuk ikut kegiatan Fashion Show pada Oktober 2019.

Hal itu di sampaikan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Dairi, Ny Romy Mariani Eddy Berutu didampingi Bupati Dairi, DR Eddy Keleng Ate Berutu saat mengunjungi tempat lokal latih pengembangan ulos ramah lingkungan pada, Senin (2/9/19) di Desa Silalahi I, Kecamatan Silahisabungan.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Manager CSR PT. Inalum Irwan Prianto, Para Pimpinan OPD, Camat Silahisabungan Esra Nahampun, Kepala Desa se-Kecamatan Silahisabungan, Yayasan Mewrdi Sihombing sebagai narasumber serta Tokoh masyarakat Silahisabungan.

Ketua Dekranasda Dairi, Ny Romy Mariani Eddy Berutu dalam kesempatan tersebut menyampaikan, pemerintah pusat saat ini telah menetapkan Danau Toba sebagai kawasan strategis pariwisata nasional, dimana Kecamatan Silahisabungan sebagai bagian dari penetapan kawasan strataegi pariwisata nasional yang diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Salah satu upaya yang akan dilakukan oleh Dekranasda dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Silahisabungan, yakni meningkatkan nilai tambah tenun ulos dengan konsep echo fashion. Dimana ulos akan dikembangkan bukan hanya untuk kebutuhan adat, namun juga akan mengarah kepada fashion dan souvenir dengan tetap menjaga keaslian dan kearifan budaya lokal.

“Yang menjadi permasalahan para penenun ulos saat ini adalah cara untuk memasarkan produk ini. Untuk itu kedepannya Dekaranasda akan mencoba dengan semaksimal mungkin dan berkomitmen untuk membantu para penenun ulos memasarkan produknya,”kata Romy.

Diutarakannya, bahwa pada tanggal, 11 September 2019 Dekranasda akan mengikuti pameran perdana di Balai Kartini Jakarta. Selain itu Dekranasda juga akan membawa produk ulos dari Silalahi yang dibuat dalam bentuk baju untuk mengikuti fashion show di Belgia pada bulan Oktober 2019.
.
“Kita berharap banyak yang berminat untuk membeli produk ulos ini pada saat pameran fashion show nantinya. Kita juga berharap produk ulos tersebut sudah disiapkan dalam jumlah yang banyak, sehingga kebutuhan ulos untuk para pembeli dapat terpenuhi,”ucapnya.

Disebutkannya, untuk kedepan pekerjaan penenun ulos akan mejadi suatu profesi yang menjanjikan dan membanggakan, sehingga para generasi muda dapat menjadi generasi penerus dan secara turun temurun menjadi penenun ulos. Dengan adanya program ini, semoga akan semakin menambah kreatifitas dan inovasi para ibu-ibu penenun ulos, sehingga mampu menjadi penggerak pembangunan bagi pengrajin tenun di Kecamatan Silahisabungan agar lebih maju dan bergairah demi terwujudnya Dairi yang unggul,”sebut Romy.

Bupati airi didampingi Ketua Dekranasda dan Manager CSR PT Inalum usai menyerahkan bantuan alat penenun ulos.

Sementara Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu yang juga sebagai penasehat Dekranasda mengatakan, dalam mengembangkan kerajinan, sangat penting melakukan sinergi antar stake holder, mengingat aspek pembinaan meliputi banyak hal seperti permodalan, desain serta teknik produksi.

“Oleh karena itu, kita menyambut dan mengharapkan dukungan penuh dari seluruh tokoh masyarakat untuk memberi semangat menjaga budaya dan memberikan bimbingan kepada para generasi muda, agar tenun ulos ini dapat mendunia,”kata Eddy.

Menurutnya, masyarakat dunia menuntut kualitas dan berkisanambungan, konsistensi dan kuantitas menjadi sangat penting apabila ingin memasarkan produk ulos di luar Kabupaten Dairi. Para ibu-ibu penenun adalah petarung dan pejuang yang akan menentukan impian dan cita-cita yang sama-sama sedang dikerjakan.

Kompetisi persaingan hasil kualitas industri kerajinan menuntut produksi yang dihasilkan oleh para pengrajin harus mempunyai daya saing yang kuat di pasaran lokal maupun global. Saat ini Pemerintah Kabupaten Dairi sedang berusaha mencari lokasi yang strategis untuk tempat memajangan produk-produk dari Dairi.

“Sehingga jika nanti ada turis atau wisatawan lokal yang datang dan ingin membeli produk tersebut, sudah dapat langsung membeli di tempat yang telah kita sediakan,” ujarnya.

Ditambahkan Eddy, dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat dijadikan sebagai gerakan pembaharuan dimana setiap para peserta yang dilatih dapat menurunkan materi kepada pengrajin dan penenun lainnya. Sehingga Kecamatan Silahisabungan menjadi sentra tenun ulos yang berkualitas serta berniali budaya dan ramah lingkungan.

Dalam kegiatan pelatihan tersebut, PT. Inalum memberikan secara simbolis bantuan peralatan tenun ulos kepada Bupati Dairi. Selanjutnya, Bupati Dairi memberikan bantuan peralatan tenun ulos tersebut secara simbolsi kepada salah seorang penenun ulos.

Selain itu, Bupati Dairi yang di dampingi oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi juga memberikan sertifikat penghargaan kepada seluruh para penenun ulos yang menjadi peserta dalam pelatihan tersebut. (YG)