Tao Silalahi Arts Festival 2019, Berkemah Sembari Manortor

151
perbukitan Tao Silalahi, lokasi kemah seribu tenda

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Rumah Karya Indonesia (RKI) kembali mengadakan Tao Silalahi Arts Festival (TSAF) yang akan dilaksanakan di Desa Silalahi III, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi pada, 6-8 September mendatang.

Ini merupakan acara yang keempat kalinya setelah dua tahun lalu sukses dengan nama Silahisabungan Arts Festival (SAFE). Ojax Manalu Ketua RKI mengatakan penggantian nama ini guna penguatan konsep-konsep yang digagas dalam festival.

TSAF pertama kali diadakan pada 2016 dengan dihadiri 600-800 pengunjung. Kemudian bertambah terus hingga 2018 mencapai 3000 pengunjung dan tahun ini RKI menargetkan peserta hingga 7000 pengunjung.

Hal ini membuat TSAF semakin terkenal dengan tersebarnya hastag #taosilalahiartsfestival, #paropo, dan #1000tenda di instagram. Pada tahun 2018 TSAF juga berhasil dilirik wisatawan manca negara.

Atas perkembangan tersebut setidaknya ada 200-an pengunjung yang datang tiap minggunya ke Pulau Silalahi. Hal ini tentunya menjadi lahan pencaharian bagi masyarakat sekitar seperti penyediaan sewa tenda, dan alat-alat camping lainnya, jasa parkir, dan jasa tour guide.

Di TSAF tidak hanya berkemah, akan ada panggung budaya yang diisi oleh pekarya-pekarya lokal yang berkolaborasi dengan masyarakat. TSAF 2019 yang mengusung konsep seribu tenda ini akan menjadi acara yang ditunggu-tunggu para pejalan karena akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Jika dulu dengan konsep mengopi bareng bersama 3000 pejalan, tahun ini membawa konsep manortor bersama 7000 pejalan. Dalam hal ini akan membawakan Tor-tor Silalahisabungan yang ternyata berbeda dengan tor-tor lainnya di Toba.

Selain itu acara ini akan semakin artistik dengan karya-karya para seniman Aceh, Jogjakarta, Pekanbaru, Padang, Sumenep, dan Ciamis, juga seniman-seniman lokal yang akan dipamerkan selama acara.

Kearifan lokal di sekitar pinggiran Tao Silalahi.

Tao Silalahi sebagai daerah lokawisata akan terus diekspos. Selain memiliki lokasi pantai yang indah dan luas, yakni 28 kilometer ternyata Tao Silalahi merupakan palung terdalam di dunia dengan kedalaman mencapai 905 meter dan menurut berbagai sumber merupakan sisi Danau Toba yang paling luas.

Tidak hanya pantai, masyarakat Tao Silalahi juga masih menjunjung tinggi adat kebudayaan.Tao Silalahi merupakan salah satu daerah di Kabupaten Dairi yang lokasinya di pinggiran pantai. Terbentang luas dengan semua keindahannya.

Hermanto Situngkir Direktur TSAF saat ditemui media dibaktinews.com mengatakan, akan ada field trip bagi peserta ke desa-desa Paropo dan Kabupaten Dairi.

Mengunjungi tempat-tempat destinasi wisata dan menggali kearifan lokal. Semua kegiatan ini akan dilakukan bersama-sama dengan penduduk lokal sebagaimana RKI adalah komunitas berbasis kemasyarakatan.

“Kita akan ajak peserta yang berminat untuk mengunjungi destinasi wisata di sekitar Paropo,”sebut Hermanto. (Red/herman’s)