Kalantara Dairi Gelar Seminar Bicara Cagar Budaya

491
Bupati Dairi, DR Eddy Keleng Ate Berutu memberikan kata sambutan.

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Komunitas pecinta budaya di Kabupaten Dairi yang tergabung dalam Kalantara, pada, Rabu (14/8/19) lalu, bertempat di gedung Nasional Djauli Manik, jalan Sisingamangaraja  menggelar seminar masalan cagar budaya.

Seminar yang dibuka oleh Bupati Dairi, DR Edy Keleng Ate Berutu, dihadiri perwakilan Dinas Parawista Sumatera Utara, para Siswa/Siswi SMA yang ada di Kecamatan Sidikalang dan undangan lainnya.

Sebagai narasuber dan pembicara dalam seminar tersebut, yakni tim ahli cagar budaya, Dr. Suprayitno M.hum yang juga Ketua jurusan program studi S2 ilmu  sejarah USU. Materi yang disampikan, tentang cagar budaya dan perlunya tim ahli cagar budaya di setiap daerah.

Drs. Leonardus Sihotang, Kadis Parawisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi  membawakan materi, menjaga warisan budaya yang telah ada dan merawat sebagai jati diri sebuah daerah demi martabat bangsa.

Selanjutnya, Marlen Nainggolan Spd, Ketua komunitas Kalantara dan juga seketaris Musyawara Guru Mata Pelajaran (MGMP) sejarah Kabupaten Dairi. Membawakan materi, peranan guru dan pelajar serta komunitas untuk mengenal dan menjaga warisan budaya dalam dunia pendidikan.

Bupati Dairi, DR Eddy Keleng Ate Berutu sebelum membuka kegiatan menyampaikan, afresiasi kepada penggagas sekaligus panitia penyelenggra kegiatan ini komunitas Kalantara Dairi.

“Saya bangga dan mendukung niat serta semangat generasi muda Kalantara, yang mau mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh dibangku sekolah  maupun diperguruan tinggi, khususnya dibidang sejarah untuk berbagi dan mendalami hal-hal yang berkaitan dengan warisan budaya Indonesia. Mungkin  bagi kita biasa-biasa saja, tapi olen dunia mereka berdecak kagum,”ungkap Eddy.

Disebutkannya, penggalian warisan budaya itu penting, sebab dengan memahami kebudayaan, masyarakat dapat lebih menghargai kebudayaannya.

“Saya menjadi Bupati sekaligus ingin pulang kampung. Saya ada rencana membawa anak-anak saya ikut saya ke sini, supaya mereka bisa tahu asalnya, tahu siapa leluhurnya,” ujar Eddy.

Lebih lanjut Eddy menyampaikan, bahwa Pemkab Dairi akan terus berupaya untuk menggenjot peningkatan ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata. Ia pun bercerita, pernah bertemu seorang turis asing pecinta rasa Kopi Sidikalang di hotel bintang lima di Jakarta.

Turis itu mengaku, telah melihat langsung proses pembuatan kopi Sidikalang, yang mana dipilih dan diolah menggunakan tangan oleh petani-petani tradisional di dataran tinggi Kabupaten Dairi.

Oleh sebab itu, selain cita rasa dan wangi yang berbeda, turis tersebut mencintai Kopi Sidikalang karena cerita di balik kopi yang ia seruput.

“Yang kita harus jual adalah kisah. Sama seperti Kopi Sidikalang, situs-situs wisata budaya di Dairi nyaris sama dengan di daerah-daerah lain. Kisah di baliknya, itu yang membuatnya beda dan menarik,”sebut Eddy.

Ditambahkan Eddy, Tugas kita adalah mengangkat kisah-kisah itu. Saya harap, generasi muda Kalantara sudi menjadi agen story-telling situs-situs wisata budaya kita,” harapnya.

Sementara, salah seorang panitia kegiatan, Elim Sigalinnging kepada wartawan menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat merawat dan mengembangkan warisan budaya lokal.

“Sesuai tema kita dalam kegitan ini,” Menyelamatkan warisan budaya, menjaga martabat bangsa,”kata Elim, Senin (19/8/19). (els)