Belajar Bahasa Inggris Mudah untuk Tunarungu

952
Aplikasi bahasa ingris tunarungu saat diperkenalkan di sekolah SMPLB YPTB.

MALANG-dibaktinews.com

Siswa tunarungu masih belum memahami dengan benar konsep pengejaan dan pelafalan dalam bahasa Inggris. Banyak dari mereka yang tidak tahu bahwa pengejaan dan pelafalan bahasa Inggris tidaklah sama dengan apa yang tertulis.

Menjawab tantangan tersebut, tiga mahasiswi UM menciptakan inovasi media pembelajaran benama KABITARU.

KABITARU (Kamus Bahasa Inggris Tunarungu) adalah sebuah aplikasi kamus Indonesia-Inggris yang dilengkapi dengan video bahasa isyarat untuk mempermudah anak tunarungu dalam memahami pelafalan (pronunciation) bahasa Inggris.

 “Ini ide kreatif! Aplikasi yang bisa menjawab kesulitan siswa penderita difabel,” ujar Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia  ke-28 ini mengapresiasi media pembelajaran yang dibuat oleh tiga mahasiswi Unversitas Negeri Malang, yaitu Risa Safira Ramadhani (jurusan Pendidikan Luar Biasa), Nindya Ayu Rizqianti (jurusan Pendidikan Luar Biasa), dan Nur Nilam Ayu Saputri (jurusan Sastra Inggris).

Muhadjir menjelaskan, bahwa permasalahan disabilitas yang ada di Indonesia masih jauh dari kata teratasi. Oleh karena itu, berbagai inovasi untuk mengatasi permasalahan difabel sangat diperlukan, tidak terkecuali di dunia pendidikan.

Keunggulan dari aplikasi Kabitaru adalah adanya video isyarat asli dari kosakata dan video cara pelafalan bahasa Inggris yang telah disederhanakan.

Tidak hanya itu, di dalam aplikasi tersebut juga terdapat menu kuis yang dapat membantu siswa tunarungu untuk memahami lebih jauh kosakata yang mereka pelajari.

Salah seorang mahasiswi mendemotrasikan aplikasi bahasa Ingris untuk tunarungu.

Didukung dengan tampilan aplikasi yang menarik dan ikon ilustrasi yang lucu, membuat siswa-siswi tunarungu tidak bosan saat belajar kosakata bahasa Inggris di kamus elektronik tersebut.

Aplikasi ini telah didemonstrasikan ke SMPLB Yayasan Pendidikan Tunas Bangsa (YPTB) kota Malang pada, 17 Juni dan 16 Agustus 2019. Respon positif  datang dari kepala sekolah, guru, dan siswa tunarungu SMPLB YPTB tersebut.

Salah satu guru, Alma, S. Pd, mengaku bahwa inovasi seperti ini selalu dibutuhkan dalam pengajaran terhadap siswa tunarungu di sekolah luar biasa seperti di SMPLB YPTB.

Hadirnya Aplikasi KABITARU ini sangat diharapkan untuk bisa menjawab kebutuhan media pembelajaran bahasa Inggris  khusus tunarungu. Bahkan, lebih jauh, diharapkan siswa tunarungu juga bisa mendapatkan kesempatan yang setara dalam belajar bahasa Inggris seperti siswa lainnya. (tim)