1 Jam Diamuk Sijago Merah, 4 Unit Rumah Dinas Guru SD Di Tigalingga Ludes Terbakar

422
Saat terjadi kebakaran di perumahan guru SD Negeri Barisan Tigor, Tigalingga

DAIRI, Tigalingga-dibaktinews.com

Sijago merah mengamuk dan melalap perumahan dinas guru SD Negeri 033917 Barisan Tigor, di Desa Lau Bagot, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi pada, Minggu (18/8/19) jam 18.15 WIB. Akibatnya empat unit rumah dinas guru yang terbuat dari papan ludes terbakar.

Empat warga yang kehilangan tempat tinggal, yakni R. Silaban (35), Nande Diki br Siahaan (40), Op Pita br Sihombing (57) dan Marudut Sirait (35).

Walau tidak ada korban jiwa, namun kerugian  materi yang disebabkan kebakaran tersebut, mencapai ratusan juta rupiah. Hingga saat ini penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam peyelidikan Polsek Tigalingga.

Menurut keterangan salah seorang warga setempat menceritakan, sore sekitar jam 18.15 WIB warga desa sekitar perumahan dinas guru SD Negeri  Barisan Tigor digegerkan dengan kepulan asap hitam yang membumbung tinggi, yang kemudian disusul kobaran api.

Teriakan dan jeritan minta tolong warga yang rumahnya terbakar pun pecah sore itu. Mendengar dan melihat telah terjadi kebakaran, warga sekitar pun berdatangan membantu memberikan pertolongan dengan menyelamatkan barang dan memadamkan kobaran api.

“Namun, dikarenakan bangunan rumah seluruhnya terbuat dari kayu dan termakan usia, kobaran api dengan ganasnya melalap dan menghanguskan seluruh bangunan dan isi di dalamnya,”kata Reaz Panggabean.

Sijago merah saat menghanguskan empat bangunan rumah dinas guru.

Menurut Reaz, kalau petugas pemadam kebakaran (Damkar) sigap dan bergerak cepat saat itu,  kemungkinan besar api dapat segera dipadamkan. Karena jarak lokasi kebakaran dengan Pos Damkar hanya berjarak 50 meter dan persis dibelakang lokasi kebakaran.

“Pada saat terjadi kebakaran, tidak ada satu orang pun petugas berada di Pos Damkar. Sehingga api dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya,”terang Reaz

Ditambahkan Reaz, satu jam kemudian api baru dapat dipadamkan, setelah 2 unit Damkar datang memadamkan sisa-sisa api pada puing-puing bangunan.(junitha)