AMPI, IPK Dan MPI Kompak Tertibkan Tambang Liar Di Tanah Pinem

841
OKP AMPI, IPK dan MPI saat berada dilokasi tambang.

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Organisasi kepemudaan (OKP), AMPI, IPK dan MPI kompak tertibkan tambang galian C yang diduga tidak memilki ijin alias ilegal yang marak di Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi.

Penertiban tambang ilegal dipimpin Ketua AMPI Budi Tarigan, Ketua IPK Bahrum Sinulingga dan Ketua MPI Edi Tarigan, dilakukan pada, Selasa (13/8/2019) lalu. Penyisiran lokasi tambang dimulai dari Desa Harapan dan beberapa desa lainnya.

“Dari penyisiran yang dilakukan, kita menemukan satu unit alat berat jenis excavatot di lokasi tambang galian C yang berada di Desa Pasir Tengah,”kata Budi tarigan mewakili Ketua OKP lainnya, Jumat (16/8/19)

Menurut Budi, pada saat itu kondisi mesin excavator baru saja dipakai untuk bekerja, karena mesin masih dalam keadaan panas. Namun operator alat berat tersebut tidak berada di tempat.

“Saat masi di lokasi tambang, kita melihat seseorang datang membawa jerigen diduga berisi minyak untuk alat berat , tapi begitu melihat banyak orang dilokasi tambag, dia langsung tancap gas meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor,”ucapnya

Untuk mencari kepastian siapa pemilik tambang galian C tersebut, tim gabungan OKP mendatangi Kepala Desa Pasir Tengah. Dari keterangan Kepala Desa Pasir Tengah, Semangat Ginting dan Sekdes, Marga Sitepu menjelaskan, kalau pemilik tambang galian C dan alat berat, yakni milik Daniel Ginting warga Desa Pasir Tengah.

“Sesuai keterangan Kepala Desa dan Sekdes kegiatan tambang galian C sudah beroperasi lebih dari 2 minggu dan di duga tidak memiliki izin dari dinas perizinan maupun pertambangan,”terang Budi.

Lebih lanjut budi menjelaskan, informasi dari beberapa warga Desa Pasir Tengah yang engan disebutkan namanya, mengatakan bahwa batu padas hasil dari penambangan tersebut diangkut dengan menggunakan mobil colt disel yang ada tulisan Revan.

“Batu padas diangkut menggunakn truk menuju ke arah Kuta Buluh. Dalam satu hari, truk bisa tiga trip.,”sebut Budi.

Alat berat saat ditemukan OKP di lokasi tambang.

Disebutkannya, tambang ilegal yang marak di Kecamatan Tanah Pinem, diduga sudah ada campur tangan atau back up dari pihak tertentu. Karena sudah lebih 2 minggu beroperasi, namun sama sekali tidak ada tindak tegas dari pihak manapun.

“Kami dari OKP yang ada di Kecamatan tanah Pinem menegaskan, supaya temuan ini segera diamankan dan ditindak lanjuti sampai tuntas oleh pihak yang berwenang,”tegas Budi. (gun’s)