Umat Muslim Desa Lingga Raja Dapat Bantuan Hewan Kurban 102 Ekor Domba

190
Penyerahan hewan ternak kepada panitia kurban.

DAIRI, Pegagan Hilir-dibaktinews.com

Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah tahun 2019, membawa berkah bagi umat muslim di Desa Lingga Raja, dimana desa yang terletak di Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi itu mendapat bantuan 102 ekor kambing jenis domba.

Penyerahan dan penyembelihan hewan ternak domba dilaksanakan di lokasi masjid Dakhil Bin Dalwan Al Mary Dusun Lingga Raja, Senin (12/8/19) jam 11.00 WIB.

Mewakili Ketua Panitia kegiatan, Muhsin Lingga kepada wartawan menjelaskan, pada hari ini umat muslim di Desa Lingga Raja dihunjuk sebagai lokasi gebyar kurban tahun 2019.

Sebanyak 102 ekor domba bantuan dari beberapa lembaga, seperti Dewan Dakwah Indonesia Jakarta, Ikatan Alumni ITB, Komunitas Medan Bergerak, YayasanYamima Jakarta, Komunitas Singapura dan Individu lainnya, akan disembelih dan dibagikan kepada 8 jemaah masjid dari 13 desa yang ada di Kecamatan Pegagan Hilir.

“Jadi melalui kegiatan ini kami berharap, tahun ini kami menerima kurban, kami berniat tahun depan bisa berkurban dimanapun nanti berada,”ujar Muhsin.

Disebutkan Muhsin, pada kesempatan ini juga ada tanah seluas 6 rante akan diwakafkan untuk perkembangan umat muslim di Kecamatan Pegagan Hilir, khususnya di Dusun Lingga Raja, Desa  Lingga Raja ini.

“Lahan yang akan di wakafkan ini warisan dari orang tua kami, yang dulu juga telah mewakafkan lahan untuk mesjid disini,”sebut Muhsin.

Ditambahkannya, untuk menyemarakan kegiatan dan membangkitkan semangat kaum-ibu-ibu di Kecamatan Pegagan hilir ini, panitia juga menggelar lomba marhaban dilokasi penyembelihan hewan kurban.

Penyembelihan hewan kurban oleh panitia.

Sementara, Koordinator pemberi bantuan hewan kurban, Ustad Ridho menyampaikan, ibadah kurban adalah ibadah gotong royong. Jadi kalau bapak dan ibu berkumpul disini dengan semangat, insyah Allah pulang nanti dari kegiatan ini semangat gotong royongnya tidak tinggal.

“Saya bukan orang baru disini, dari tahun 2006 saya sudah pernah masuk ke desa ini, sebelumnya berkat bantuan warga disini bisa terlaksanaan pembangunan mesjid di kampung kita ini. Saya punya hutang kerja dikampung ini, yaitu bagaimana mesjid ini nantinya bisa berdayakan dan dimakmurkan sebagaimana mestinya,”ungkap Ridho.

Dengan adanya gebyar kurban yang penyembelihannya dilaksanakan lokasi masjid di Dusun Lingga Raja ini, Ridho kembali menjelaskan kalau ibadah kurban adalah ibadah gotong royong.

“Semoga dengan semangat gotong royong kita bisa membangun desa ini kembali dan menularkan semangat ini kepada desa-desa lain,”harapnya.

Ketika ditanya memilih Desa Lingga Raja sebagai lokasi gebyar kurban, Ustad Ridho menjelaskan, kurban ini tujuannya untuk meratakan penyembelihan hewan kurban, jadi ada beberapa daerah itu surplus dan ada di daerah lain yang tidak ada kurban.

“Tahun ini di Desa Lingga raja tidak ada pemotongan hewan kurban, makanya kita punya moto, “Daerah pelosok tidak ada kurban, rawan pangan dan rawan pemurtadan”, jadi Desa Lingga Raja ini yang kita pilih. Kegiatan ini rutin kita laksanakan setiap tahunnya tapi lokasi berganti,”terang Ridho. (fajar)