P2KD Desa Paropo 1 Laksanakan Musyawara Desa

117
Musyawara anggaran P2KD untuk penjaringan dan pemilihan Kepala Desa Paropo 1.

DAIRI, Silahisabungan-dibaktinews.com

Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) laksanakan musyawara desa. Kegiatan dilaksanakan di Seketariat P2KD,  Desa Paropo 1, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sabtu (10/8/19).

Dihadiri, Pj Kepala Desa Paropo 1, Pordinand Sinaga, Ketua P2KD Lindon Sihaloho, anggota BPD, Sekdes, Karang Taruna, Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat desa setempat.

Ketua P2KD, Lindon Sihaloho menjelaskan, musyawara yang dilaksanakan bertujuan, untuk membahas anggaran dana yang akan digunakan P2KD dalam melakukan penjaringan dan pemilihan Kepala desa. Serta meminta tanggapan dari para tokoh masyarakat yang hadir.

“Kita berharap musyawara ini nantinya dapat berjalan dengan baik, lancar dan menghasilkan mufakat yang dapat diterima masyarakat,”kata Lindon.

Pelaksanaan musyawara sempat berjalan alot dan diwarnai perdebatan peserta musyawara, pasalnya anggaran dana yang diajukan P2KD melalui selembar kertas yang dibagikan jumlahnya terlalu besar, yakni Rp 83.206.250.

Sedangkan dana yang dianggarkan dan ditampung di APBDes desa hanya Rp.4.800.000. Sehingga masih kekurangan dana sekitar Rp. 78.406.250.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang anggota BPD, J. Manihuruk mengatakan, kalau biaya tersebut sangat besar dan berpotensi hanya orang kaya yang bisah maju apabila biaya ini dibebankan kepada para calon Kepala Desa nantinya.

“Saya berharap ada pengurangan anggaran, karena ini dapat mengganjal keinginan warga Paropo 1 untuk mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa,”ujar Manihuruk.

Sementara Pj Kepala Desa, Pordinand Sinaga menyampaikan, terimakasih karena musyawara berjalan lancar dan mencapai mufakat, walaupun  di dalam rapat ada perdebatan pendapat.

“Itu hal yang wajar dalam sebuah demokrasi di negara kita ini, khususnya masyarakat di Silahisabungan,”ungkapnya.

Kantor P2KD di Desa Paropo 1, Kecamatan Silahisabungan.

Disebutkannya, dari hasil musyawara ada pengurangan biaya yang diajukan P2KD, dimana yang sebelumnya Rp. 83.206.250 menjadi Rp. 82.206.250. Sehingga kekurangan anggran  Rp. 77.406.250.

“Pun demikian, saya berharap Pilkades nantinya dapat terlaksana sesuai aturan dan tahapan yang berlaku. Kepada seluruh perangkat desa supaya nantinya bisa membantu kinerja P2KD,”imbaunya. (herman’s)