Ini Alasan Pedagang Atribut HUT RI Asal Jawa Barat Sampai Ke Sidikalang

265
Asep Pedagang atribut kemerdekaan asal Jawa Barat menjajakan barang dagangannya

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang jatuh setiap tanggal, 17 Agustus  tak terasa sudah mulai dekat. Para pedagang atribut kemerdekaan, seperti bendera merah putih, umbul-umbul dan background pun mulai bermunculan disepanjang jalan protokol.

Seperti yang terlihat di sepanjang jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Dimana para pedagang ramai menjajakan barang dagangannya.

Dari beberapa pedagang atribut tersebut, ada yang berasal dari luar daerah Kabupaten Dairi yang ikut menjajakan barang dagangannya. Salah satunya pedagang berasal dari Jawa Barat.

Asep (40) warga asal Desa Leles, Kecamatan Keles, Kabupaten Garut, Jawa Barat bersama 3 temannya, selama 6 tahun belakang sebagai pedagang dadakan atribut kemerdekaan RI dan sudah melalang buana di berbagai daerah.

“Saya sudah 6 tahun berjualan seperti ini, tapi untuk di kota Sidikalang baru kali pertama ini. Sebelumnya setiap mendekati hari kemerdekaan 17 Agustus, saya berjualan bendera dan umbul-umbul di Jawa Tengah dan Jawa Timur,”kata pria suku Sunda saat ditemui di jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Kamis (1/8/19).

Asep mengaku, sebelumnya bersama teman-temannya yang lain dari Jawa barat mereka menggunakan bus menuju Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Kemudian dibagi-bagi tempat dan mereka sampai ke Kabupaten Dairi.

Barang dagangan yang mereka bawa dan jajakan milik tokenya yang berasal dari Jawa barat, mereka hanya mendapat persen dari hasil penjualan atribut yang laku mereka jual.

“Baru seminggu saya berjualan disini, karena masih sepi hasil penjualan hanya cukup buat makan dan beli rokok saja,”ungkapnya.

Menurut Asep, biasanya selama ia berjualan bendera dan umbul-umbul mulai ramai pembeli pada tanggal 5 Agustus keatas. Kalau saat ini penjualan masih gak tentu. Hanya satu sampai tiga bendera saja yang masih laku setiap harinya, itupun masih yang kecil-kecil.

“Bendera yang saya jual harganya bervariatif, kalau yang ukuran kecil Rp. 5.000, yang besar ukuran 1×50 meter Rp. 40.000 dan ukuran 1×80 meter Rp.50.000.  Kalau umbul-umbul Rp. 250.000, sedangkan bacgraund Rp. 300.000,”sebutnya.

Ditambahkan Asep, berjualan atribut hanya dilakukan menjelang hari kemerdekaan RI saja, kalau kesehariannya bapak dengan empat orang anak ini bekerja sebagai supir mobil sayur di desanya. (gun’s)