Wabup Dairi : Negara Harus Turut Andil Memberantas Narkoba

194
Wabup Dairi saat memberikan sambutan sosialisasi memperingati HANI

Dairi, Sidikalang-dibaktinews.com

Penyalahgunaan narkoba merupakan suatu kejahatan luar biasa, dimana untuk memberantas dan menanggulaginya negara juga harus turut andil didalamnya.

Hal itu dikatakan, Wakil Bupati Dairi, Jimmy AL. Sihombing saat menghadiri sosialisasi Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dilaksanakan Gedung Sada Ahmo Sidikalang Kamis (25/7/19). Untuk menanggulangi masalah penyalahgunaan narkoba ini Presiden Jokowi mengeluarkan Inpres No.6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

“Penyalahgunaan Narkoba ini dapat merusak semua orang yang menggunakannya, siapapun yang terjerumus dalam hal penyalahgunaan narkoba itu akan sulit untuk keluar dari jaringan tersebut,”ujar Jimmy.

Menurutnya, masa-masa SMA/SMK inilah  yang paling rawan menjadi sasaran utama para bandar-bandar narkoba. Karena pada usia inilah tingkat kelabilan itu sangat tinggi yang dimana untuk dipengaruhi itu sangat mudah.

“Dalam prinsip hidup saya, dari semenjak saya lahir hingga saat ini, saya tidak pernah menyentuh dan menghisap yang namanya rokok dan juga yang namanya Narkoba.,”ucap Jimmy dihadapan para peserta sosialisasi .

Ia menceritakan bahwa pada masa ini sudah banyak siswa yang menyentuh namanya rokok, begitu juga saat jaman ia sekolah. Banyak juga teman-teman yang sudah menyentuh namanya rokok dan curi-curi kesempatan untuk bisa mengisap rokok.

“Pintu utama untuk terpengaruh dalam penyalahgunaan narkoba itu berawal dari rokok,”sebut Jimmy.

Untuk itu kepada guru pendamping diharapkan, agar Perda tentang kawasan larangan merokok di sekolah diterapkan dan ditaati. Sehingga bisa memberikan contoh yang baik untuk anak-anak didik..

“Percuma kita mengatakan kepada anak-anak didik kita janganlah kalian sentuh rokok, akan tetapi guru-guru di sekolahnya masih merokok di sembarang tempat. Jadi jangan sampai guru merokok sambil mengajar di ruang kelas,”imbaunya.

Lebih lanjut Jimmy menjelaskan, rokok sebagai pintu awal untuk terpapar dan terjerumus menggunakan narkoba. Awalnya menghisap rokok, kemudian nanti mulai mengisap ganja atau mungkin nanti memakai sabu-sabu dan yang lainnya.

“Sehingga adik-adik menjadi terjerumus dalam penggunaan narkoba, karena generasi yang milenial sehat itu adalah generasi yang bebas narkoba,”sebutnya lagi.

Penyalahgunaan narkoba saat ini  sudah menyerang semua kalangan, bukan hanya dari kalangan anak-anak sekolah saja, tetapi dari kalangan artis dan politikus nasional juga banyak kena dampaknya. Para pemakai terhadap penyalagunaan narkoba cepat atau lambat pasti akan ditindak dan  tidak pandang bulu karena ini merupakan extraordinary crime (kejahatan luar biasa).

“Kita ini adalah user untuk diri kita, apapun yang mau masuk pada diri kita tergantung kita kalau kita ingin memasukkan narkoba ke dalam diri kita itu tergantung kita,”ucap jimmy.

Sementara, Murniati Sitepu sebagai pelaksana kegiatan menyampaikan, tujuan pelaksanaan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada pelajar akan bahaya dari penyalahgunaan narkoba karena narkoba tidak hanya merusak kesehatan akan tetapi dapat merusak masa depan generasi muda.

“Dalam sosialisasi ini kita memberikan informasi tentang jenis-jenis narkoba, serta akibat yang ditimbulkannya,”terang Mariani.

Kegiatan yang mengambil tema,” Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas”, dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Sahala Siagian,  Perwakilan BNN Wilayah Kabupaten Karo Muara Ginting, Perwakilan Organisasi WAMADA Passiona Sihombing, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Dairi AKP. R. Ginting, Perwakilan Dinas Kesehatan Edison Damanik, Serta Pelajar dan Guru Pendamping dari perwakilan sekolah SMU/SMK se-Kabupaten Dairi. (junitha)