Cerita Teman Korban Sesama Supir, Rasmin Masih Supir Baru Mobil Tangki CPO

410
Kondisi mobil tangki CPO di dasar jurang

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Tewasnya Rasmin alias Tompel (43), supir truk tangki CPO yang mengalami kecelakaan masuk jurang di jalan nasional Sidikalang-Medan, Lae Pandaroh, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekannya sesama supir.

Salah seorang teman korban, Selamet (43) yang juga warga Langkat menceritakan, kalau Rasmin masih baru sebagai supir mobil tangki ditempatnya bekerja. Karena sebelumnya dia sebagi supir mobil truk yang membawa cangkang kelapa sawit dari Subulussalam, Provinsi Aceh ke Medan.

Disebutkan Selamet, sebelum kejadian kecelakaan mereka ada 4 mobil tangki jalan beriringan dari Aceh menuju Medan. Posisi mobil Rasmin ada di belakang, sesampainya di lokasi depan Hotel Nantambuk Emas puncak Sidiangkat, Sidikalang tiga mobil berhenti untuk mengisi air radiator dan mengecek kondisi ban mobil.

Sedangkan, Rasmin tidak berhenti, karena katanya dia mau mengisi BBM ke SPBU yang berada di Simpang Tiga, Kecamatan Sitinjo. Selesai mengisi radiator mereka bertiga melanjutkan perjalanan,”ujar Selamet.

“Sesampainya di Panji, saya berhenti untuk makan sedangkan kedua teman saya , Heri dan Iwan terus jalan, karena akan beristirahat dan makan malam di RM Mandala Raya Tanjung Beringin,”kata Selamet.

Habis makan Selamet pun bergerak melanjutkan perjalanan, agar tidak teringgal dengan temannya yang lain. Sesampainya di jempabatan air terjun Lae Pandaroh, Selamet melihat orang ramai dipinggir jurang dan jalan sempat macet.

“Beberapa warga bilang, jangan berhenti disini nanti macet. Saat saya tanya ada apa kok ramai, warga bilang ada mobil tangki masuk ke dalam jurang. Perasaan saya pun tidak enak, setelah melewati lokasi kecelakaan saya pun mencoba menghubungi kedua teman saya yang posisinya saat itu berada di Kecamatan Sumbul dan menanyakan apakah melihat mobil Rasmin. Jawaban dari kedua teman saya melihat mobil Rasmin sedang mengisi BBM di SPBU Simpang Tiga. Rasmin sendiri saat dihubungi handponenya sudah tidak aktif,”ungkap Selamet

Mayat korban saat ditemukan dipinggir jurang

Setelah mendapat kabar malam dari petugas kepolisian, bahwa mobil yang jatuh ke dalam jurang warna kuning merek KBG, mereka pun yakin kalau itu mobil tangki yang dibawa Rasmi.

“Kami tidak melanjutkan perjalanan ke Medan dan berhenti di Tanjung Beringin menunggu kabar keberadaan Rasmin. Paginya kami mendapat kabar bahwa Rasmin ditemukan di bawah jurang dalam keadaan meninggal dunia, ”ungkap Selamet saat ditemui di kamar jenazah RSUD Sidikalang.

Ditambahkan Selamet, kalau korban orangnya baik dan merupakan tulang punggung keluarganya. Korban meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil. (fajar)