Pembukaan Jalan Di Desa Bintang Sesuai Hasil Musyawara Dusun

124
Kepala Desa Bintang, Aladin Sinaga

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Pembukaan jalan pertanian di Dusun I Lae Pinang, Desa Bintang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi sesuai permintaan masyarakat pada musyawara dusun. Karena melalui musyawara itu semua masyarakat pemilik ladang setuju menyerahkan sebagian tanahnya untuk pembukaan jalan, maka melalui dana APBDes pengerjaan pun dilakukan.

Hal itu dijelaskan Kepala Desa Bintang, Aladin Sinaga kepada wartawan di kantornya, Sabtu (29/6/19).  Walau ada sedikit permasalahan pada saat pengerjaan pembukaan jalan karena ada beberapa warga yang keberatan. Namun setelah diberi penjelasan mereka pun setuju dan menyambut baik pembukaan jalan tersebut.

“Hanya kesalah pahaman saja, warga yang keberatan sudah kita beri penjelasan. Sebenarnya dari pihak keluarga mereka yang lain telah setuju dan telah memberikan tanda tangan sebelum pembukaan jalan dilaksanakan,”kata Aladin.

Disebutkannya, usulan perencanaan pembukaan jalan sudah diminta dan dirancang 2 tahun sebelumnya oleh masyarakat. Kemudian di rapatkan melalui musyawara dusun dan itu ada dokumen musyawaranya, kapan dilaksanakan dan juga ada daftarnya siapa-siapa saja yang hadir. Hasil musyawara itu kemudian dituangkan didalam RKPdes yang disusun tahun kemarin dan kemudian difinalisasi dipenetapan melalui APBDes tahun 2019.

“Jadi, usulan pembukaan jalan tersebut, jauh-jauh hari sudah direncanakan masyarakat meminta kepada pememerintah desa membuka jalan pertanian di dusun 1 Lae Pinang. Karena itu permintaan masyarakat kita harus laksanakan,”ujar Aladin.

Proses pembukaan jalan di Dusun 1, Lae Pinang, Desa Bintang menggunakan alat berat doser.

Menurut Aladin, sebenarnya tidak ada masalah, karena saat pengerjaan pembukaan jalan masyarakat terlihat sangat gembira dan berterima kasih hingga bersama-sama mengikuti pembukaan jalan di ladangnya masing-masing.

Dengan pembukaan jalan pertanian akan memudahkan akses menuju keladang dan pengangkutan hasil pertanian. Karena kendaraan sudah bisa langsung masuk ke ladang.

“Saya juga sempat heran, kok ada masyarakat yang komplain saat pengerjaan pembukaan jalan. Karena dokumennya semua sudah lengkap dan bisa saya tunjukan,”terangnya.

Ditambahkannya, pihak pemerintah desa bekerja sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku. Kalau pembukaan jalan hasil musyawara itu tidak terlaksana masyarakat akan marah dan menuntut.

Karena diperintahkan undang-undang setiap kegiatan melalui hasil musyawara masyarakat harus dilaksanakan. (fajar)