Relawan Demokrasi Pemilu 2019 Dibubarkan

715
Acara pembubaran relawan demokrasi di ruang rapat KPU Dairi.

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Tugas relawan demokrasi dalam membantu tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dairi pada Pemilu 2019 berakhir. Selanjutnya pada, Rabu (22/5/19) pukul 11.00 WIB secara resmi KPU Dairi membubarkannya.

Acara pembubaran dilaksanakan di ruang rapat Kantor KPU Dairi jalan Palapa, Kecamatan Sidikalang yang dihadiri 55 relawan demokrasi dari 11 basis yang tersebar di 14 kecamatan.

Dalam kesempatan itu, KPU Dairi juga menyerahkan sertifikat kepada seluruh relawan demokrasi atas partisipasinya dalam rangka membantu tugas KPU Dairi melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih pada penyelenggaraan Pemilu serentak tahun 2019 lalu.

Ketua KPU Dairi, Freddy kepada para relawan demokrasi mengucapkan terimakasi, karena telah menjadi mitra dan membatu tugas KPU Dairi dalam mensosialisasikan tentang kepemiluan di Kabupaten Dairi.

“Walau tugas yang diemban selama kurang lebih 3 bulan telah selesai, kami berharap para relawan bisa tetap menjaga demokrasi dan bisa menjalin silaturahmi dengan KPU dan sesama relawan demokrasi,”kata Freddy.

Terkait informasi selama pelaksanaan dan hasil Pemilu 2019, agar pintar-pintar memfilternya dan jangan percaya dengan berita-berita hoax yang marak saat ini, baik itu melalui berita elektronik maupun media sosial.

Selanjutnya, Jenny Ester Pandiangan Devisi Teknis mengatakan, berkat bantuan relawan demokrasi partisipasi pemilih disetiap kecamatan di Kabupaten Dairi semangkin meningkat.

“Sejak adanya relawan demokrasi partisipasi pemilih setiap Pemilu semangkin meningkat. Pada Pemilu 2014 partisipasi pemilih 64 persen dan pada Pemilu 2019 meningkat mencapai 79 persen,”sebut Jenny.

Sementara Ariyanto Tinendung Devisi Parmas Dan SDM menyampaikan, dengan dibubarkannya relawan demokrasi, maka selesai sudah tugas-tugas yang diemban para relawan sebagai perpanjangan tangan dari KPU Dairi.

“Pun demikian kita berharap para relawan tetap bisa memberikan pemahaman tentang demokrasi kepada masyarakat. Karena tugas kita tidak hanya dalam Surat Kerja (SK), tetapi sepirit untuk mendidik masyarakat tetap berlanjut,”ungkapnya. (gun’s)