Setelah 10 Tahun Buron, Nora Butar-Butar Diamankan Di Rumah Kontrakan

1688
Tersangka Nora Butar-Butar (Rompi Oranye) saat akan dibawa ke Rutan Kelas II B Sidikalang

Dairi, Sidikalang-dibaktinews.com

Nora Butar-Butar (50), tersangka pengadaan proyek kapal fiktif di Dinas Parawisata Pemkab Dairi akhirnya diamankan oleh pihak Kejaksaan Dairi setelah 10 tahun buron. Tersangka diamankan dari persembunyiannya di rumah kontrakan di kawasan perumahan Katamso Square di jalan Brigjen Zein Hamid Medan, Selasa (7/5/19) dinihari sekira pukul 01.00 WIB.

Kepala Kejaksaan Negeri Dairi, Johnny William Pardede melalui Kasi Pidsus Dhana Harahap kepada waratawan menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka yang telah buronan selama 10 tahun tersebut, tidak terlepas dari dukungan Polisi dan kepala lingkungan setempat.

Setelah memastikan tersangka yang tinggal di rumah kontrakan itu memamang benar buronan yang selama ini dicari, pihak kejaksaan langsung menuju TKP dimaksud.

“Saat itu melalui Kepala Lingkungan kita mengetuk pintu rumah tersangka dan saat ditanya ini rumah Nora ? oleh Kepling, tersangka pun menjawab iya. Selanjutnya kita melakukan penangkapan terhadap tersangka,”kata Dhana.

Usai ditangkap, tersangka langsung dibawa ke Kantor Kejaksaan Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Sidikalang untuk dimintai keterangan. Tepat pukul 11.30 WIB, tersangka selanjutnya dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sidikalang, jalan Rimo Bunga, Kecamatan Sitinjo untuk dilakukan penahan melanjutkan masa hukuman sebelumnya..

“Tersangka sudah 2 tahun tinggal dikontrakan tersebut dan selama 10 tahun buron tersangka selalu berpindah-pindah tempat diantaranya ke Kabupaten Simalungun,”terang Dhana.

Lanjut Dhana, atas perbuatan yang dilakukan tersangka, nantinya ini akan menjadi pertimbangan dari majelis hakim yang mengadili perkaranya.

“Dalam tempo satu bulan ke depan kita akan limpahkan perkaranya ke penuntutan,”terangnya.

Perlu diketahui, kasus korupsi pengadaan kapal fiktip ini terjadi tahun 2008 yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp. 359 juta. Dimana tersangka sebagai penyedia kapal dalam kontrak melalui CV Kaila Prima Nusa.

Tersangka Nora Butar-Butar sendiri pada waktu itu sempat ditahan di Rutan Kelas II B Sidikalang. Namun melarikan diri saat akan dibawa ke rumah sakit untuk berobat.

Adapun para tersangka yang sudah ditahan dalam kasus tersebut, yakni Pardamean Silalahi yang saat itu menjabat Kadis Parwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Dairi, serta beberapa ASN pada saat itu, Naek Kaloko, Naik Capah, Tumbur Simbolon, Jamidin Sagala dan Jinto Barasa. (gun’s)