Pak Bupati, Embung Di Dairi Banyak Tak Berfungsi Dan Rusak

623
Bangunan embung yang berada di Desa Kuta Tengah yang tak berfungsi dan rusak.

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Bangunan embung di Kabupaten Dairi banyak yang tak berfungsi dan rusak, seperti bangunan embung yang berada di  Kecamatan Siempat Nempu Hulu. Sejak selesai dibangun embung tidak dapat digunakan  menampung air untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian warga, khususnya pada saat musim kemarau.

Sedikitnya ada empat titik bangunan embung di kecamatan tersebut yang tak berfungsi, yakni dua embung di Dusun IV, Desa Lae Nuaha dan dua embung di Desa Kuta Tengah. Diduga bangunan embung  yang berada di Kecamatan lainnya juga mengalami hal yang sama.

Keempat bangunan embung tersebut kondisinya sudak tak terawat dan rusak, bahkan lantai dan dinding bangunan juga mengalami kebocoran dan retak. Serta didalam embung dan sekeliling embung sudah ditumbuhi rumput dan semak-semak.

Walaupun keberadaan bangunan embung sudah dikeluhkan warga, sepertinya pihak Dinas terkait tidak peduli. Sehingga embung  yang dibangun pemerintah dengan dana yang cukup besar untuk membantu mengatasi kebutuhan air dilahan pertanian warga, menjadi sia-sia.

Bangunan embung yang berada di Desa Lae Nuaha yang tak berfungsi.

Salah seorang warga Desa Lae Nuaha, Marga Siburian saat ditemui wartawan menyampaikan, sejak selesai dibangun pada tahun 2016 dan 2017 dua embung  yang jaraknya sekitar 200 meter tidak berfungsi.

“Diduga pengerjaannya asal jadi dan tidak sesuai perencanaan. Pasalnya begitu selesai dikerjakan tidak dapat difungsikan,”kata Siburian, Selasa (24/4/19).

Hal senada juga disampikan Marga Sinaga warga Desa Kuta Tengah,disebutkannya keadaan embung di Desanya kondisinya tidak jauh berbeda  dengan yang ada di Desa Lae Nuaha. Bangunan dua embung yang dibangun tahun 2017 dan 2018 itu sepertinya juga dikerjakan asal jadi..

“Lihat saja sendiri kondisinya, sejak selesai dibangun sampai sekarang airnya nggak penuh-penuh,”ujarnya.

Disebutkannya dua bangunan embung yang jaraknya lebih kurang sekitar 1 kilometer tersebut selesai dibangun dibiarkan begitu saja dan tak difungsikan..

“Padahal untuk satu bangunan embung, diperkirakan biaya yang digunakan mencapai Rp. 150 juta lebih,”sebutnya.

Warga berharap kepada Bupati yang baru dilantik, segera turun ke lokasi melihat keadaan embung tersebut. Dan secepatnya melakukan perbaikan, sebelum bangunan embung mengalami kerusakan lebih para lagi. (gun’s)