Puluhan Tahun Jalan Desa Di Kecamatan Tanah Pinem Dibiarkan Rusak Parah

532
Kondisi jalan yang rusak dan putus di Desa Mangan Moli menuju Desa Liang Njering.

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Walau kerap dikeluhkan warga, Jalan Kabupaten yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Mangan Moli dan Desa Liang Njering, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi hingga saat ini tidak juga dilakukan perbaikan.

Akibatnya, warga yang sebagian besar menggantungkan hidupnya dari bertani, mengalami kesulitan saat mengangkut dan menjual hasil pertanian yang akan mereka jual ke pasar maupun keluar daerah.

Kepada wartawan salah seorang warga, Hase Manik (47) yang tinggal di Desa Liang Njering menyampaikan, bahwa kondisi jalan di desanya sudah puluhan tahun sangat memprihatinkan. Walaupun warga sudah berulang kali menyampikan keluhan, baik itu melalui Kepala Desa Maupun Camat. Namun sampai sekarang tidak juga ada hasilnya.

“Sudah capek warga mengusulkan untuk perbaikan jalan, mungkin pemerintah daerah sudah tidak peduli lagi dan sepertinya kami dianak tirikan oleh Pemkab Dairi,”kata Hase, Sabtu (6/4/19).

Disebutkan Hase, dengan kondisi jalan yang rusak saat ini, warga yang akan menjual hasil pertaniannya ke pasar maupun keluar daerah terpaksa mengeluarkan biaya pengangkutan, Rp.1000  untuk per kilonya.

“Itu belum lagi ongkos orangnya. Jadi disaat kondisi hasil pertanian harganya anjlok atau turun seperti sekarang ini, maka petani jelas akan merugi,”ujarnya.

Menurutnya, kondisi jalan di desanya akan semagkin parah kerusakannya bila musim hujan datang. Dimana kondisi jalan akan berlumpur dan banyak yang amblas di kikis air hujan. Bahkan ada sebagian jalan yang putus total, karena jembatannya rusak dihantam banjir.

Warga akan semangkin sulit, jangan untuk mengangkut hasil pertanian.  Untuk warga yang mau keluar desa terpaksa harus berjalan kaki karena kondisi jalan yang becek dan berlumpur, serta licin.

“Kalau sudah musim hujan tidak semua mobil truk maupun mobil jeep gardang dua yang berani masuk ke desa karena takut terperosok. Warga terpaksa melangsir hasil pertaniannya yang akan dijual ke pasar menggunakan kendaraan roda dua yang dimodifikasi seperti trail,”ungkapnya.

Ditambahkannya, dengan kondisi jalan rusak sekarang ini jarak tempuh juga semangkin lama. Pengangkutan hasil pertanian yang akan dijual kepasar yang seharusnya hanya memakan waktu satu setengah jam menjadi tiga jam.

“Warga disini menjual hasil pertaniannya setiap hari pekan, yakni pekan Kuta Buluh setiap hari Senin dan pekan Lau Balang  yang berada di Tanah Karo setiap hari Jumat,”sebutnya.

Mewakili warga lainnya, Hase berharap kepada Pemkab Dairi melalui Dinas terkait kiranya bisa segera melakukan perbaikan jalan yang rusak, agar perekonomian dan kehidupan warga disini dapat meningkat.

Pantauan wartawan, hampir 80 persen kondisi jalan di Kecamatan Tanah Pinem kondisinya rusak parah. Padahal daerah tersebut merupakan daerah pertanian penghasil jagung terbesar di Kabupaten Dairi.(elyana)