Petani Di Dairi Keluhkan Anjloknya Harga Kol

424
Salmon Sidauruk, petani kol di Kecamatan Parbuluan

DAIRI, Parbuluan-dibaktinews.com

Viralnya lagu sayur kol di media sosial, ternyata tidak mampu mendongkrak harga komoditas kol dipasaran. Para petani di Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi malah mengeluhkan anjloknya harga jual komoditas yang terjadi dalam beberapa bulan ini.

Akibat anjloknya harga sayur mayur tersebut, biaya produksi yang sudah dikeluarkan tidak sebanding lagi dengan hasil yang didapat.

Salmon Sidauruk kepada awak media menyebutkan, harga jual kol mengalami penurunan Rp. 300 sampai 400 sekilo sejak Desember 2018 lalu hingga sekarang.

“Harga kol sekarang anjlok, kalau biar dapat untung harganya harus diatas Rp. 1000 sekilo.  Nggak balik modal kalau harganya hanya Rp. 400 sekilo, karena untuk biaya nyemprotnya sudah besar belum lagi biaya yang lainnya,”kata Salmon saat ditemui di ladang sayurab kol miliknya di Dusun VI Desa Parbuluan IV, Senin (11/2/19).

Disebutkan Salmon, turunya harga kol sekarang ini diduga karena hasil panen yang bersamaan dengan daerah lain, sehingga jumlah komoditas sayur mayur tersebut melimpah dipasaran.

“Kami para petani sayur mayur sangat berharap kepada Pemerintah khususnya Pemkab Dairi agar memperhatikan nasib para petani. Dimana saat masa panen seperti sekarang ini harga sayur mayur tidak anjlok,”ungkapnya.

Hal senadah juga dikeluhkan Marga Sinaga petani cabai merah, menurutnya harga jualnya juga ikut mengalami penurunan. Sebelumnya harga cabai merah mencapai Rp. 15.000 sekilo, namun beberapa bulan ini mengalami penurunan hingga Rp.7000 sekilo.

“Selain itu, harga kentang juga anjlok dari Rp. 8000 sekilo menjadi Rp. 3000 sekilo,”ujarnya.

Pantauan awak media dilapangan walau harga sayur mayur tersebut anjlok, namun para petani di Kecamatan Parbuluan tidak sampai membuang hasil panen mereka di jalanan seperti yang terjadi atau marak di media sosial. (gun’s)