Keluarga Besar Kodim 0206/Dairi Rayakan Natal Bersama Warakawuri

1260
Kasdim 0206/Dairi memberikan sambutan pesan Natal kepada prajurit dan ibu Persit yang hadir

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Keluarga besar Kodim 0206/Dairi Rayakan Natal besama Purnawirawan/Warakawuri, acara dilaksanakan di Gereja GBKP jalan Sudirman, Kecamatan Sidikalang, Jumat (4/1/19).

Perayaan Natal yang mengambil tema,”Jadilah Hikmat Natal Tahun 2018 Sebagai Perwujutan Profesionalitas Prajurit Dan PNS Untuk Rakyat”. Selain dihadiri keluarga besar Kodim 0206/Dairi dan Warakawuri, juga turut dihadiri personil Yonif 125/SMB dan Perwakilan dari Pemkab Dairi.

Dalam pesan Natalnya, Kasdim 0206/Dairi, Mayor Inf Danial Pandia mengajak seluruh prajurit  dan ibu Persit KCK yang hadir untuk mendokan bangsa dan negara Indonesia yang saat ini dilanda bencana. Termasuk bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Silima Pungga-pungga beberapa waktu yang lalu yang menelan korban jiwa.

“Mari kita doakan agar bangsa dan negara kita dapat terhindar dari bencana, begitu juga kepada para korban meninggal banjir bandang di Kecamatan Silima Pungga-Pungga semoga diterima disisi Tuhan Yang maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,”kata Danial.

Dalam kesempatan itu, Danial juga meminta kepada seluruh prajurit TNI khususnya Babinsa, agar tetap semangat dalam menjalankan tugas demi keutuhan NKRI. Apalagi sebentar lagi negara ini akan melaksanakan Pemilu 2019.

“Kedepannya tugas Babinsa semangkin berat, untuk itu kita harus kompak dan saling memberikan informasi bila ada suatu kejadian. Saat ini pemerintah telah memberikan perhatian kepada Babinsa, untuk itu pertanggungjawabkan dengan kinerja yang baik,”tegasnya.

perayaan Natal keluarga besar Kodim 0206/Dairi

Sementara, Pendeta Tonny Claber Gurusinga, S.Th dalam khutbahnya menyampaikan kepada umat kristiani terutama parajurit TNI dan ibu Persit untuk menjadi garam dan terang dunia. Agar bisa  memberi rasa dan damai kepada yang lainnya.

“Kehadiran kita sebagai garam dan terang dunia untuk memberikan yang baik kepada yang lainnya, apapun indentitas kita.

Menurut Tonny, mengapa Tuhan memilih garam dan terang..?,, karena dua hal ini yang sangat dibutuhkan manusia dalam hidup di dunia ini dari waktu-kewaktu. Tanpa adanya garam masakan akan terasa hambar dan tanpa adanya terang maka manusia tidak akan dapat melakukan aktifitas.

“Menjadi garam artinya kita memiliki peranan yang berguna dan menjadi terang artinya bisa membawa sikap-sikap yang telah dicontohkan Yesus  untuk diterapkan dan disebarkan pada sekitar kita,”terangnya. (AR45)