Dua Mayat Korban Banjir Bandang Di Dairi Ditemukan

926
Mayat korban banjir bandang, Elfrina Sinaga saat dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Dua dari  tujuh orang korban banjir bandang yang terjadi di Desa Longkotan dan Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi berhasil ditemukan tim SAR gabungan yang terdiri dari, Basarna, BPBD, TNI, Polri dan relawan.

Satu orang korban atas nama, Barun Sitorus (35) warga Desa Longkotan ditemukan bantaran sungai Lae Soraya, Kampong Sigrun, Kab. Subulussalam. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) pada, Rabu (19/12/18) pukul 16.00 WIB. Mayat korban saat ini sudah dibawa kerumah duka untuk dikebumukan.

“Sedangkan korban atas nama, Elfrina Boru Sinaga (45) warga Desa Bongkaras ditemukan, Kamis (20/12/18) pukul 11.00 WIB sekitar 2 kilometer dari gubuk ladangnya. Mayat korban selanjutnya di bawa ke RSUD Sidikalang untuk dilakukan visum,”kata Kepala BPBD Dairi, Bahagia Ginting.

Dijelaskan Bahagia, mayat Barun Sitorus yang terseret arus banjir bandang pertama kali ditemuka oleh warga yang kebetulan berada di sungai Soraya, Subulussalam. Karena warga tidak ada yang mengenal sosok mayat tersebut, selanjutnya temuan itu dilaporkan ke pihak Kepolisian Kota Subulussalam.

“Selanjutnya oleh pihak Kepolisian mayat tersebut dibawa ke RSU Subulussalam untuk dilakukan visum dan menunggu warga yang merasa kehilangan keluargannya,”ucap Bahagia.

 

Setelah mengetahui kalau telah terjadi banjir bandang di Kabupaten Dairi yang menghanyutkan 7 orang warga di Kecamatan Silima Pungga-pungga, pihak Kepolisian Subulussalam selanjutnya mengirimkan foto mayat korban ke Polres Dairi.

Mayat korban banjir bandang di Silima Pungga-pungga, Barun Sitorus

Kepolisian Polres Dairi yang menerima foto temuan mayat dari Subulussalam, selanjutnya menemui pihak keluarga korban banjir bandang. Apakah dari pihak keluarga banjir bandang ada yang mengenal.

“Saat ditunjukan foto mayat kepada para keluarga korban, salah seorang keluarga korban mengenali kalau foto itu benar, Barun Sitorus,”ungkap Bahagia.

Dari petunjuk foto itu,  pihak keluarga dan BPBD Dairi selanjutnya berangkat menggunakan mobil ambulan menuju ke RSU Subulussalam tempat mayat korban berada.

“Setelah kami cek lagi, memang benar itu mayat Barun Sitorus, maka mayat korban kami bawa ke rumah duka untuk di kebumikan,”terangnya lagi.

Ditambahkan Bahagia, untuk korban Elfrina Boru Sinaga, mayatnya ditemukan tim gabungan ditumpukan lumpur dan kayu sekitas 2 kilometer dari gubuknya. Sedangkan untuk mayat suaminya, Kino Tumanggor (45) dan 4 orang lainnya belum ditemukan hingga hari ketiga dilakukan pencarian.

“Untuk sore ini, Kamis (20.12/1 pukul 17.00 WIB, pencarian kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan besok pagi,”pungkasnya. (gun’s)