Sungai Renun Meluap, 25 Unit Rumah Terendam Banjir

706
Jembatan penghubung Desa Renun dengan Desa Lau Njuhar yang rusak diterjang banjir

DAIRI, Tanah Pinem-dibaktinews.com

Sungai Lae Renun, di Desa Renun, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Jumat (14/12/18) dinihari sekira pukul 03.00 WIB banjir dan meluap. Akibatnya 25 unit rumah warga dan mesjid tergenang air.

“Selain itu, banjir dan luapan air juga memutuskan jembatan gantung yang mengubungkan Desa Renun dan Lau Njuhar. Serta  merusak 30 Ha tanaman jagung milik warga,”kata Budi bangun (43) salah seorang warga Desa Renun.

Menurutnya, saat ini warga yang tinggal di pinggiran sungai Lae Renun sudah memindahkan barang-barang miliknya dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari bahaya.

“Warga yang tempat tinggalnya terendam banjir sudah mulai mengungsi untuk menghindari bahaya,”ujarnya.

Banjir yang mengenagi rumah warga

Ditambahkannya, setiap musim penghujan seperti sekarang ini, sungai Lae Renun kerap banjir dan meluap menggenangi rumah warga sekitar sungai. Itu disebabkan karena letak dan geografis Desa Renun berada di pinggiran Sungai renun.

“Pinggiran sungai dengan rumah penduduk tidak ada tanggul untuk menahan air. Sehingga bila air sungai meluap selalu merendam rumah penduduk,”sebutnya.

Sementara Kepala BPBD Dairi, Bahagia Ginting saat dikonfirmasi  membenarkan, kejadian tersebut. Dijelaskannya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun 3 unit rumah warga dan jembatan gantung penghubung Desa Renun dan Lau Njuhar mengalami kerusakan parah dan belum bisa digunakan.

“Kami juga masih terus mendata kerusakan yang disebabkan banjir tersebut dan membantu mengevakuasi warga dari lokasi banjir,”ungkapnya, (gun’s)