Peringati Hari Juang Kartika 2018, Kodim 0206/Dairi Gelar Kegiatan Sosial

473
Kasdim 0206/Dairi berikan bantuan sembako kepada Warakauri dan anak yatim

DAIRI, Sidikalang-dibaktinews.com

Peringati Hari Juang Kartika (HJK) 2018, Kodim 0206/Dairi gelar sejumlah kegiatan sosial, seperti pasar murah, donor darah dan pemberian tali asih berupa sembakao kepada Warakauri dan anak yatim Pesantren Sidiangkat. Kegiatan dipusatkan di lapangan sepak bola jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Sidikalang, Jumat (14/12/18).

Kegitan yang diawali apel upacara bersama yang dipimpin Kasdim, Mayor Inf Danial Pandia tersebut, dihadiri Sub Denpom 1/2-4, Kompi125/Simbisa, Polres Dairi, Dinas Pasar, Camat Sidikalang, Kepala Desa Bintang Mersada, Ibu-ibu Persit KCK Kodim 0206/Dairi, PPM, Santri dan guru Pesantren Sidiangkat dan Masyarakat.

Dalam amanatnya, Dandim 0206/Dairi, Letkol Arh Hadi Purwanto SH melalui Kasdim, Mayor Inf Danial Pandia menyampaiakan, hari jadi Angkatan Darat atau Hari Juang Kartika adalah peringatan dari peristiwa sejarah perjuangan bangsa di Ambarawa pada 15 Desember 1945 yang dikenal dengan Palagan Ambarawa.

“Palagan Ambarawa merupakan cermin dan refleksi  suara hati nurani rakyat terhadap kelangsungan hidup bangsa Indonesia yang ingin tetap merdeka, berdaulat dan terbebas dari belenggu penjajah,”kata Danial.

Disebutkannya, rasa nasionalisme para perintis kemerdekaan yang ditunjukan Panglima Besar Jendral Sudirman telah melandasi sikap cinta tanah air dan kerelaan berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Peristiwa itu mengandung nilai-nilai hiroisme dan kebersamaan antara TNI dan Rakyat. Yang menciptakan kekuatan ampuh yang tidak dapat disetarakan dengan kekuatan persenjataan  modern sekalipun.

Tradisi kemanunggalan TNI-Rakyat yang dilandasi semangat kebangsaan  Indonesia. Merupakan kekuatan sinergis untuk menjaga keselamatan bangsa dan tumpah dara Indonesia. Kemanunggalan juga menjadi garansi tetap tegak dan berdirinya NKRI, serta kokohnya kedaulatan negara dan keutuhan bangsa.

“Semangat juang, keuletan, keberanian dan disiplin yang ditunjukan Jendral Sudurman beserta seluruh pejuang saat itu harus tetap kita pelihara sebaik-baiknya seiring dengan perkembangan era demokratisasi dan keterbukaan saat ini,”ucapnya.

Lebih lanjut disebutkan, dalam negara demokrasi, kebebasan menyampaikan pendapat sangat dihargai. Akan tetapi  perbedaan-perbedaan yang ada tidak boleh menjadi alasan pembenaran untuk membiarkan terjadinya konflik kekerasan.

Kekerasan juga tidak boleh membuka peluang terjadinya konflik vertikal dan horizontal yang tidak  menutup kemungkinan dimanfaatkan oleh pihak luar untuk melakukan intervensi demi kepentingannya.

“Untuk itu perbedaan-perbedaan yang ada hendaknya dikelola dengan semangat nasionalisme, guna mempererat kebersamaan, memperkokoh persatuan dan kesatuan. Dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah bangsa.

Kasdim 0206/Dairi meninjau kegiatan donor darah

Kemanunggalan TNI-Rakyat harus senantiasa di bagun dan ditingkatkan, karena sejarah mencatat bahwa masalah-masalah bangsa ini hanya dapat diselesaikan dengan semangat kebersamaan TNI dan seluruh komponen bangsa.

“Mari kita pegang teguh semangat pantang menyerah dan rela berkorban yang telah ditunjukan panglima besar Jendral Sudiarman, khususnya untuk prajurit TNI agar senantiasa mempermahir diri. Sehingga mampu menjadi prajurit yang handal dan profesional,”pintanya.

Ditambahkannya, harapan tersebut diatas, sesuai tema yang diangkat pada Hari Juang Kartika tahun 2018 ini,”TNI Angkatan Darat Mengabdi Dan Membagun Bersama Rakyat,”.

“Tema ini, hendaknya diwjudkan dalam pola sikap dan tindakan prajurit angkatan darat disetiap pelaksanaan tugas. Sejalan dengan perannya sebagai alat pertahanan negara di darat,”pungkasnya.

Usai apel upacara, kegiatan dilanjutkan dengan bhakti sosial bersama membersihkan jalan dan parit serta gereja sekitar jalan Sudirman. Selain itu juga melaksanakan pasar murah dan pemberian tali asaih kepada Warakauri dan anak yatim dari Pesantren Sidiangkat. (AR45)